SUMEDANG, W+62.com– Kapolres Sumedang, AKBP Joko Dwi Harsono memimpin langsung pengecekan ke lokasi pergeseran tanah yang terjadi di Dusun Sukaasih, Desa Cisalak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, pada Minggu siang (4/5/2025) sekitar pukul 11.40 WIB.
Pengecekan ini dilakukan bersama sejumlah pejabat terkait, di antaranya Wakapolres Sumedang Kompol Soengkowo, Kabag Ops Polres Sumedang Kompol Yudi Sadikin, Camat Cisarua Eneng Yulia, Kasat Binmas AKP Taufik Risnandar, Kasat Samapta AKP Asep Kusmana, Danramil Cimalaka Lettu Inf Rahmat, Kapolsek Cisarua Ipda Epi Yuhana, serta Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Cisalak Kecamatan Cisarua.
Kapolres Sumedang, AKBP Joko Dwi Harsono menyampaikan, peristiwa pergeseran tanah tersebut menyebabkan terputusnya akses jalan desa sepanjang kurang lebih 200 meter dengan lebar 50 meter, yang menghubungkan Dusun Cisalak dan Dusun Marasa.
“Begitu juga dengan dua bangunan kandang kambing berukuran 7×6 meter roboh, meski dalam keadaan kosong,” kata AKBP Joko Dwi Harsono.
Sebelum meninjau lokasi kejadian, Kapolres Sumedang mengecek kondisi warga terdampak yang telah dievakuasi sementara ke GOR Serbaguna Balai Desa Cisalak.
“Data sementara mencatat, terdapat 17 rumah terdampak yang dihuni oleh 20 kepala keluarga dengan total 51 jiwa, terdiri dari 25 laki-laki, 26 perempuan, termasuk 5 lansia, 3 balita, dan 2 bayi. Selain itu, sebanyak 6 rumah dengan 7 kepala keluarga lainnya dilaporkan dalam kondisi terancam,” terang Kapolres Sumedang.
Pada kesempatan itu, Wakapolres Sumedang Kompol Soengkowo, menyerahkan bantuan dari Polres Sumedang sebanyak 50 buah selimut secara simbolis kepada Kepala BPBD Kab. Sumedang, Atang Sutarno, dan warga yang di evakuasi di GOR Serbaguna Balai Desa Cisalak Kecamatan Cisarua.
Kapolres Sumedang bersama jajaran melaksanakan langkah cepat dengan melakukan pengamanan dan evakuasi terhadap seluruh warga di sekitar lokasi kejadian.
“Hingga saat ini, kegiatan pengecekan berlangsung aman dan kondusif. Namun yang terpenting adalah tidak ada korban jiwa, dan seluruh warga terdampak telah dievakuasi dengan aman,” pungkas AKBP Joko Dwi Harsono.***
