Berita Terkini

Mendagri Tito Karnavian Wisuda 1305 Praja IPDN Angkatan Tahun 2025 di Jatinangor Sumedang

SUMEDANG, W+62.com— Sebanyak 1305 Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXII Tahun 2025 di wisuda dalam upacara yang berlangsung di Gedung Balairung Jenderal Rudini, Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang pada Rabu (23/7/2025).

Acara wisuda praja IPDN itu, dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Muhammad Tito Karnavian.

Selain Mendagri, acara wisuda itu dihadiri Rektor IPDN Halilul Khairi, Sekjen Kemendagri Komjen Pol. Tomsi Tohir, pejabat Forkopimda Jawa Barat, pimpinan perguruan tinggi termasuk UNPAD, ITB, IKOPIN, UPI, dan juga perwakilan instansi strategis pusat maupun daerah.

Sidang Senat Terbuka dalam rangka wisuda Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan, Program Magister Terapan Ilmu Pemerintahan, Program Doktor Ilmu Pemerintahan dan Program Profesi Kepamongprajaan itu, Mendagri menyatakan, eksistensi IPDN menjadi sangat penting karena merupakan pusat untuk melahirkan para pemikir di bidang ilmu pemerintahan.

Adapun jumlah 1305 Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXII Tahun 2025 yang diwisuda saat ini terdiri dari; Diploma IV 1.110 orang, Sarjana (S-1) 58 orang, Magister (S-2) 81 orang dan Doktor (S-3) 56 orang.

Dalam sambutannya, Mendagri menekankan tentang peran krusial IPDN sebagai “kawah candradimuka” pelaksana pemerintahan daerah. “Hingga 2025 ini, IPDN telah melahirkan 34.278 alumni—angka yang diproyeksikan akan makin memperkuat tata kelola administrasi negara,” ungkap Tito.

Menteri Dalam Negeri, Prof. Tito Karnavian saat memberikan sambutan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Praja IPDN di Jatinangor Sumedang pada Rabu (23/7/2025)

Pesan Mendagri Tito Karnavian

Mendagri juga berpesan agar lulusan IPDN senantiasa memegang integritas dan profesionalisme, mengingat penugasan Pamong Praja Muda, kelak berada di garda terdepan pelayanan publik.

“IPDN merupakan tempat lahirnya ASN profesional yang bisa menjalankan pemerintahan yang efektif dan efisien sehingga nantinya menjadi kunci untuk dapat survive di dunia,” ujar Tito.

Mendagri juga mengingatkan para lulusan IPDN tidak hanya mencari gelar tapi juga harus dapat berpikir secara ilmiah.

“Hal ini senada dengan yang diutarakan oleh Joseph Mayone Stycos, ‘if theory without policy is for academics then policy without theory is for gamblers’. Hanya berteori tapi tidak pernah direalisasikan itu hanya untuk berwacana atau diskusi bagi para akademik, nilainya menjadi kurang, sebaliknya jika membuat kebijakan terutama bagi para pengambil kebijakan tanpa didasarkan pada teori atau basis data itu gambling,” jelasnya.

Yang terbaik adalah, tambah Tito, membuat kebijakan didasarkan kepada data atau teori yang ilmiah.

Rencananya usai diwisuda, 1.110 lulusan Diploma IV (Sarjana Terapan) dijadwalkan dilantik sebagai Pamong Praja Muda oleh Presiden RI, namun jadwal masih menunggu keputusan Istana Negara.

Salah satu Praja dari 1305 Praja IPDN Angkatan XXXII Tahun 2025 di wisuda dalam upacara yang berlangsung di Gedung Balairung Jenderal Rudini, Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang Rabu (23/7/2025).

Wisudawan Terbaik 

Sementara itu, Rektor IPDN, Halilul Khairi menyampaikan, tahun ini wisudawan IPDN terdiri atas wisudawan Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan sebanyak 1.110 orang, wisudawan Program Magister Terapan Ilmu Pemerintahan 81 orang, wisudawan Program Doktor Ilmu Pemerintahan 56 orang dan Program Profesi Kepamongprajaan 58 orang.

“Wisudawan Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan atas nama Suwandi, asal pendaftaran Sulawesi Tenggara menerima penghargaan Kartika Astha Brata, sedangkan 9 wisudawan lainnya mendapatkan penghargaan Kartika Sapta Abdi Praja,” ungkap Rektor IPDN.

Adapun penerima 9 penghargaan tersebut, Denesha Putri Patricia Naseer asal pendaftaran provinsi DKI Jakarta, Ya Hanna Erviana asal pendaftaran Jawa Tengah, Ni Luh Gede Gita Putri Prita Sari asal pendaftaran Provinsi Bali, Muhammad Irfan Kurniawan asal pendaftaran provinsi Jawa Timur, Kadek Agus Yuda Permana asal pendaftaran Provinsi Bali, I Gede Bayu Adi Prabawa asal pendaftaran provinsi Bali, M. Sultthan Muna Akbarsyah asal pendaftaran provinsi Aceh, Stevan Sandro Tua Sagala asal pendaftaran provinsi Jawa Barat dan Raiden A.N. Fuy asal pendaftaran provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Sedangkan dari program Magister Terapan Ilmu Pemerintahan, Program Doktor Ilmu Pemerintahan dan Program Profesi Kepamongprajaan yang meraih wisudawan terbaik yakni Jufrirahman, yang merupakan Sekda Provinsi Sulawesi Selatan dengan IPK 3,869,” ujar Rektor IPDN.

Sementara itu, tambah Halilul, Rihkal Jauhri Salendra yang bertugas pemerintah Kabupaten Sangihe dengan IPK 3,962 dan Tinla Tina Saprinawati, yang bertugas di Kabupaten Garut dengan IPK 3,89.

“Semoga para lulusan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dengan sebaik-baiknya, bermanfaat bagi bangsa, negara dan masyarakat serta dapat berbuat baik dan menjaga nama baik almamater dengan berperilaku yang baik dan positif dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan akademik,” pungkasnya.***