SUMEDANG, Wplus62.com-– Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir memacu semangat ratusan anak muda untuk berani mendobrak tantangan zaman. Bersama Wakil Bupati, Dony menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-53 Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sumedang di Cafe Sore Space, Jumat malam (24/7/2026).
Mengusung tema unik “Melepas Perasaan, Merayakan Muda”, hajatan ini menyedot perhatian sekitar 150 peserta. Tak hanya jajaran pengurus KNPI dan organisasi kepemudaan (OKP), beragam komunitas kreatif hingga pemuda lintas latar belakang turut memadati lokasi acara.
Dobrak Sekat, KNPI Gandeng Anak Muda Non-Organisasi
Ketua KNPI Kabupaten Sumedang, Muhammad Ridzki Kharisma, menegaskan bahwa pihanya sengaja merancang acara ini secara inklusif. Menurut Anggota DPRD Sumedang tersebut, KNPI ingin meruntuhkan stigma stiff yang kerap melekat pada organisasi kepemudaan.
“Kami ingin merangkul anak-anak muda yang belum menyentuh dunia organisasi. Langkah ini menjadi pijakan awal untuk memicu revolusi kesadaran pemuda, persis seperti arahan Pak Bupati,” tegas Ridzki.
Meskipun berlangsung dalam balutan kesederhanaan, acara tetap berjalan penuh makna. Panitia mengawali kegiatan dengan pemotongan tumpeng dan pemaparan pesan kebangsaan. Setelah itu, suasana mencair lewat sajian hiburan musik serta pemutaran film favorit anak muda.
Lebih lanjut, Ridzki mengajak seluruh elemen pemuda untuk melakukan introspeksi mendalam terkait maraknya persoalan remaja saat ini. Menurutnya, publik tidak bisa melimpahkan seluruh kesalahan kepada generasi muda semata.
“Kami menyadari pembinaan dan edukasi kami mungkin belum menjangkau mereka secara merata. Oleh karena itu, kami akan terus menggencarkan pendampingan agar anak muda memiliki pola pikir positif, mandiri, produktif, dan membawa manfaat bagi lingkungan,” tambahnya.
Pemicu Revolusi Kesadaran: Jangan Cuma Proposal, Eksekusi!
Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengapresiasi konsistensi KNPI. Namun, ia mengingatkan bahwa menghimpun pemuda saja tidak cukup. Dony menantang KNPI untuk melahirkan aksi nyata yang berdampak langsung pada masyarakat.
“KNPI harus menggerakkan ide dan inovasi. Mulailah revolusi kesadaran—ubah niat menjadi tindakan nyata. Ketika keberadaan KNPI memberi manfaat, anak-anak muda akan datang dan mencintai organisasi ini dengan sendirinya,” ujar Dony.
Dony juga menyoroti laju teknologi yang melompat pesat. Ia mencontohkan bagaimana pergeseran perilaku digital terjadi begitu masif dari era pencarian Google menuju era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Oleh sebab itu, ia mendesak generasi muda Sumedang untuk mengasah kompetensi dan menjaga benteng integritas.
“Dunia berubah sangat cepat. Oleh karena itu, kita harus terus belajar, memperluas jaringan, dan yang terpenting menjaga integritas. Keberhasilan Anda tidak hanya lahir dari kecerdasan, tetapi juga karakter dan kejujuran,” paparnya.
Dony lantas mewanti-wanti para peserta agar tidak berhenti pada wacana.
“Jangan berhenti di proposal! Yang paling krusial adalah keberanian menyergap peluang dan mengeksekusi ide. Pemuda Sumedang harus memegang prinsip open mind, open heart, dan open will,” pungkasnya.
5 Pilar Pemimpin Perubahan Versi Bupati Sumedang
Sebagai penutup, Dony membagikan lima karakter kunci yang wajib melekat pada diri seorang pemimpin masa depan:
- Visi Misioner: Memiliki pandangan jauh ke depan.
- Inspiratif: Mampu menggerakkan dan menularkan energi positif.
- Open-Minded: Terbuka terhadap kritik konstruktif dan masukan.
- Adaptif: Lincah merespons perubahan zaman dan teknologi.
- Progresif: Fokus dan tangguh dalam mencapai tujuan.
Melalui momentum Harlah ke-53 ini, KNPI Kabupaten Sumedang berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mencetak generasi muda yang inovatif, berintegritas, dan siap memimpin masa depan.***













