Berita Terkini

Atap Bangunan SD Negeri Panyingkiran 2 Sumedang Roboh, Gegara Hujan Atau Buruknya Konstruksi?

Ini Penjelasan Sekdisdik Kabupaten Sumedang, Eka Ganjar Kurniawan

SUMEDANG, W+62.com- Hujan yang mengguyur wilayah Sumedang sejak siang hingga malam hari mengakibatkan atap bangunan SD Negeri Panyingkiran 2 Sumedang ambruk pada Minggu malam (16/2/2025).

Sebanyak 7 lokal bangunan terlihat dipenuhi dengan material bangunan yang roboh, berceceran seperti pecahan genteng yang memenuhi setiap ruangan, dan rangka atap baja ringan yang menimpa bangku-bangku sekolah.

Setidaknya beberapa petugas dari sekolah sejak Minggu malam sekira pukul 22.30 WIB membersihkan genteng yang masih tersisa di atap bangunan, karena dikhawatirkan membahayakan.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Eka Ganjar Kurniawan yang melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian pada Senin (17/2/2025) mengatakan, bangunan SD Negeri Panyingkiran 2 Sumedang ini terakhir direhabilitasi dan penggantian atap bangunan dari rangka kayu ke rangka baja ringan pada tahun 2010.

“Curah hujan yang tinggi dalam seminggu terakhir berdampak pada kekuatan baja ringan yang digunakan sebagai penyangga atap. Mengakibatkan baja ringan tersebut tidak mampu menahan beban genteng Jatiwangi yang masih digunakan sejak rehabilitasi pada tahun 2010,” katanya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Eka Ganjar Kurniawan

Eka juga menyebutkan, jika diukur dari usia konstruksi atap bangunan dengan baja ringan masih terbilang cukup lama bertahan.

“Dari segi waktu, baja ringan ini sudah cukup lama bertahan. Bahkan, Kepala Sekolah sebelumnya juga menyampaikan bahwa tidak ada indikasi atap bermasalah sebelumya kejadian ini,” imbuhnya.

Tindak Lanjut Dinas Pendidikan 

Sebagai upaya tindak lanjut peristiwa ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang mengaku akan segera melakukan perbaikan agar kegiatan belajar mengajar (KBM) dapat kembali berjalan normal.

“Kami akan segera memperbaiki atap baja ringan yang roboh agar proses pembelajaran tidak terganggu,” katanya.

Adapun, sambung Eka, Selama masa perbaikan, pembelajaran siswa akan dialihkan ke SDN Panyingkiran 1 dan sekolah terdekat lainnya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala SD Negeri Panyingkiran 2 dan Pengawas Sekolah untuk melaksanakan pembelajaran di sekolah lain. Setidaknya ada tujuh ruang kelas yang terdampak, dengan jumlah siswa sekitar 200 orang,” jelasnya.

Eka berharap perbaikan atap gedung bangunan SD Negeri Panyingkiran 2 akan selesai dengan cepat, agar proses KBM tidak terganggu khususnya bagi siswa-siswi SD Negeri Panyingkiran 2 Sumedang.***