Berita Terkini

Tanpa Ketuk Palu Musyawarah, Aparat Nekat Eksekusi Pasar Cimalaka hingga Pecah Bentrok

Petugas Satpol PP Kabupaten Sumedang tetap berjaga di Pasar Cimalaka
Pedagang Pasar Cimalaka bertahan di lokasi menolak revitalisasi Pasar. Petugas Satpol PP Kabupaten Sumedang tetap berjaga di Pasar Cimalaka Sumedang

SUMEDANG, Wplus62.com – Ketegangan menyelimuti proses revitalisasi Pasar Cimalaka, Kabupaten Sumedang. Aksi penolakan warga pasar terhadap pengosongan sementara lahan berujung ricuh pada Senin malam (6/7/2026) sekira pukul 20.54 WIB.

google.com, pub-8153276152069332, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Bentrokan fisik sempat pecah saat aparat gabungan mencoba mengamankan kawasan pasar. Massa pedagang yang emosional terlibat aksi saling dorong dan lempar dengan personel pengamanan. Beruntung, ketegangan mereda setelah aparat memilih mundur guna menghindari konflik yang lebih besar.

google.com, pub-8153276152069332, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Sejak Senin siang hingga larut malam, ratusan pedagang yang tergabung dalam Ikatan Warga Pasar Cimalaka (IKWAPACI) terus berjaga dan bertahan di area pasar. Meskipun demikian, mereka menegaskan bahwa aksi ini bukan bentuk penolakan terhadap program revitalisasi Pasar Cimalaka. Sebaliknya, pedagang hanya menuntut Pemerintah Kabupaten Sumedang membuka ruang musyawarah yang jujur sebelum memaksakan relokasi.

Pedagang Tuntut Transparansi Harga Sewa dan Ukuran Kios

Ketua IKWAPACI, Dian Kusdian, menyayangkan sikap aparat yang terkesan memaksakan eksekusi pengosongan. Menurutnya, pemerintah daerah belum ketuk palu mengenai kesepakatan bersama pedagang.

Baca Juga  Viral di Medsos, Dua Anak Pemulung Sumedang Akhirnya Dikunjungi Tim Setkab RI

“Kami sedang mempertahankan hidup. Pemerintah menetapkan harga sewa dan ukuran kios secara sepihak tanpa musyawarah. Jika kondisinya tidak sesuai, otomatis roda perdagangan kami akan lumpuh,” ujar Dian tegas.

Dian kemudian membeberkan salah satu ketimpangan rencana relokasi tersebut. Ia mencontohkan nasib pedagang daging yang memiliki lemari pendingin (freezer) sepanjang tiga meter. Ironisnya, pengelola hanya menyediakan tempat relokasi sementara berukuran 1,5 \times 2 meter. Kondisi sempit ini jelas mustahil bagi pedagang untuk menyambung hidup selama masa revitalisasi berjalan.

Oleh karena itu, IKWAPACI mendesak pemerintah agar segera duduk bersama membedah hak pedagang, kepastian nilai sewa, ukuran kios baru, serta mekanisme relokasi yang manusiawi.

“Jika saya dan 140 pedagang lainnya tidak bertahan malam ini, kami semua akan mati pelan-pelan di pasar yang baru nanti,” tambah Dian.

Baca Juga  Pemilik Pangkalan Gas LPG 3 Kg di Jatinangor Sumedang Geram, Omset Turun Gegara Serbuan Pangkalan Dari Kabupaten Bandung

Hingga menjelang tengah malam, suasana di Pasar Cimalaka masih mencekam namun kondusif. Ratusan pedagang memilih tetap bersiaga di lapak mereka masing-masing, menunggu iktikad baik dari Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk membuka jalur dialog.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SELAMAT IDUL FITRI 1447 H Wilayah Sumedang & Sekitarnya
🕌

Taqabbalallahu Minna wa Minkum

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin

🕌
Subuh -
Dzuhur -
Ashar -
Maghrib -
Taqabbalallahu Minna wa Minkum Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H untuk Warga Sumedang Mohon Maaf Lahir dan Batin dari Redaksi Wplus62.com Semoga Amal Ibadah Kita Diterima