SUMEDANG, Wplus62.com – SMAN 2 Sumedang mengubah perayaan ulang tahun ke-38 menjadi momentum nyata pelestarian alam. Mengusung konsep lingkungan, sekolah ini menggelar aksi Ecowalk yang dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Dr. Eka Ganjar Kurniawan, Rabu (22/4/2026).
Aksi jalan santai peduli lingkungan ini melibatkan ratusan siswa, guru, dan staf sekolah. Kehadiran Dr. Eka Ganjar sekaligus memberikan suntikan motivasi bagi warga sekolah untuk terus membangun karakter positif melalui aksi hijau.
Fokus Karakter dan Kepedulian Lingkungan
Kepala SMAN 2 Sumedang, Anggi Indra Gumilar, menegaskan bahwa HUT ke-38 ini mengusung misi yang berbeda. Sekolah tidak hanya mengejar kemeriahan, tetapi fokus pada penguatan karakter kepedulian.
“Kami ingin di usia ke-38 ini, SMAN 2 Sumedang semakin peduli terhadap lingkungan dan masyarakat. Kami mengasah empati siswa agar lebih luas melalui aksi nyata,” ujar Anggi.
Rangkaian kegiatan telah bergulir sejak Senin dengan agenda yang padat:
- Senin: Aksi kemanusiaan donor darah bersama PMI dan penanaman pohon di lingkungan sekolah.
- Selasa: Kompetisi antarsiswa dan panggung pentas seni.
- Rabu: Pelaksanaan Ecowalk, bazar UMKM siswa, dan drama musikal.
- Kamis (Puncak): Peluncuran resmi Program Pengelolaan Sampah Sekolah.
Apresiasi dari Dinas Pendidikan Sumedang
Dr. Eka Ganjar Kurniawan memuji konsistensi SMAN 2 Sumedang dalam mendukung program pemerintah daerah. Menurutnya, Ecowalk bukan sekadar olahraga jalan kaki biasa, melainkan sarana edukasi mental yang kuat.
“Kegiatan ini sangat efektif membentuk siswa dan guru yang hebat. Kita harus membiasakan kebiasaan positif seperti olahraga dan menjaga kebersihan lingkungan sejak dini,” tegas Eka.
Dalam sambutannya, Eka juga menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir. Sang Bupati berhalangan hadir karena harus memimpin rapat paripurna memperingati Hari Jadi Sumedang ke-448.
Menuju Sekolah Bersih dan Berkarakter
Pihak Dinas Pendidikan berharap SMAN 2 Sumedang menjadi pionir bagi sekolah lain di Kabupaten Sumedang dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang bersih, sehat, dan berkarakter. Penutupan rangkaian acara pada Kamis esok dengan peluncuran sistem kelola sampah menjadi bukti nyata transformasi sekolah ini menuju institusi pendidikan berbasis lingkungan.***
