BANDUNG BARAT, W+62.COM – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat resmi menetapkan status Darurat Bencana setelah longsor dan banjir bandang melumat Kecamatan Cisarua, Sabtu (24/1/2026) dini hari. Selain mengevakuasi korban, pemerintah mulai menginvestigasi dugaan alih fungsi lahan sebagai pemicu utama petaka ini.
Bupati Terperosok Lumpur Saat Pantau Lokasi
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, turun langsung menembus medan berat Desa Pasirlangu. Jeje bahkan sempat terperosok ke dalam lumpur pekat saat menyisir area terdampak. Ia mengakui tanah yang sangat labil menghambat gerak tim SAR gabungan.
“Warga mendengar suara gemuruh hebat sekitar pukul 03.00 WIB, lalu banjir lumpur raksasa tiba-tiba datang menerjang,” ungkap Jeje di lokasi bencana.
Berdasarkan data sementara, bencana ini menyeret 113 orang, dengan korban sementara selamat 21 orang, 9 orang di antaranya telah ditemukan tewas dan sisanya masih dalam pencarian. Petugas kepolisian terus berkoordinasi dengan pengurus RW setempat untuk memvalidasi data 30 rumah yang hilang tertimbun material.
Gubernur Jabar: Hutankan Kembali Lokasi Bencana!
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), tiba di lokasi bersama Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan untuk memantau proses pemulihan. Dengan tegas, Dedi menginstruksikan relokasi total bagi seluruh warga yang tinggal di zona merah tersebut.
“Saya ingin seluruh rumah di sini pindah (relokasi). Jangan tinggal di sini lagi. Saya lebih cenderung menghutankan kembali daerah ini,” tegas Dedi usai berkeliling memantau lereng yang kritis.
Dedi menilai kondisi geografis Pasirlangu saat ini sangat mencemaskan dan memiliki potensi tinggi untuk memicu longsor susulan. Ia memastikan Pemerintah Provinsi akan fokus memulihkan lingkungan secara bertahap agar tragedi serupa tidak terulang.***
