SUMEDANG, Wplus62.com – Pelesiran maut menimpa seorang pelajar di Kabupaten Sumedang. Noval Budianto (14), siswa kelas 8 Sekolah Menengah Pertama (SMP), tewas setelah tenggelam di aliran Sungai Cipeles, Kecamatan Sumedang Utara, pada Kamis (2/7/2026) siang.
Peristiwa tragis ini bermula saat korban bersama empat rekannya asyik berenang sejak pukul 11.00 WIB. Namun, petaka datang sekitar satu jam kemudian. Korban nekat melompat dari atas tebing menuju bagian sungai yang memiliki kedalaman lebih dari 5 meter.
Gagal Melawan Arus Deras
Diduga kuat karena kelelahan, Noval mendadak kehilangan kendali dan tidak mampu mengapung. Akibatnya, arus sungai yang kuat langsung menyeret tubuh remaja asal Lingkungan Ketib, Kelurahan Kota Kaler tersebut.
Melihat korban megap-megap, rekan-rekan Noval sebenarnya sempat berupaya memberikan pertolongan. Sayangnya, derasnya aliran air menciutkan nyali mereka. Demi keselamatan, mereka akhirnya memilih segera menepi dan berteriak meminta bantuan warga sekitar.
“Teman-temannya sempat mencoba menolong. Namun karena takut dengan derasnya aliran air, mereka akhirnya memutuskan untuk segera menepi dan meminta bantuan kepada warga sekitar,” ujar salah seorang rekan korban di lokasi kejadian.
Evakuasi Dramatis Selama Dua Jam
Mendapat laporan warga, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Sumedang, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Palang Merah Indonesia (PMI), serta warga setempat langsung bergerak cepat melakukan pencarian.
Akan tetapi, proses evakuasi berjalan dramatis dan menguras tenaga. Tim SAR harus bertarung dengan waktu selama dua jam akibat dalamnya sungai dan kuatnya pusaran arus bawah air.
Anggota Damkar Sumedang, Ade Zohansah, mengungkapkan bahwa tim di lapangan bahkan harus memutar otak dan menggunakan alat bantu darurat berupa bambu karena medan yang sangat sulit.
“Korban terbawa arus ke dalam. Namun, alhamdulillah akhirnya bisa kami temukan, meskipun dalam keadaan sudah meninggal dunia,” kata Ade.
Isak Tangis Sambut Jenazah Korban
Setelah menyelami dasar sungai, petugas berhasil mengangkat jasad Noval. Tim evakuasi langsung membawa jenazah korban menuju rumah duka di Lingkungan Ketib.
Isak tangis histeris keluarga pun pecah tak terbendung saat ambulans tiba dan petugas membopong tubuh remaja tersebut. Setelah proses administrasi selesai, pihak keluarga berencana untuk segera memakamkan jenazah korban.***













