SUMEDANG, Wplus62.com – Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menginstruksikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mempublikasikan menu harian mereka melalui Dashboard MBG Sumedang. Langkah ini bertujuan memperkuat transparansi sekaligus menjamin kualitas asupan gizi bagi siswa di wilayah tersebut.
“Masyarakat harus melihat dan meyakini bahwa anak-anak mereka mengonsumsi makanan sehat dan higienis. Kebijakan ini juga memicu kompetisi sehat antar-pengelola dapur untuk memberikan yang terbaik,” tegas Dony saat menerima audiensi Forum Komunikasi Mitra (FKM) MBG Sumedang di Ruang Rapat Bupati, Selasa (3/3/2026).
Perkuat Ekosistem Gizi Melalui FKM MBG
Pertemuan tersebut menandai terbentuknya FKM MBG Sumedang, sebuah wadah strategis yang menghimpun para mitra pengelola dapur. Ketua FKM MBG Sumedang, Oom Supriatna, menjelaskan bahwa forum ini memikul misi besar: mengoptimalkan potensi SDM dan sumber daya alam lokal untuk mendukung operasional program kepresidenan tersebut.
“Kami tidak hanya bicara soal dapur, tapi juga pemberdayaan ekonomi kerakyatan. FKM MBG hadir untuk membuka lapangan kerja dan memastikan program Presiden Prabowo Subianto sukses di tingkat akar rumput,” ujar Oom.
Bukan Sekadar Formalitas, Tapi Investasi Generasi
Bupati Dony menekankan bahwa menjadi mitra dapur MBG bukan sekadar urusan bisnis, melainkan tanggung jawab moral untuk mencetak generasi emas. Ia meminta seluruh pengelola bekerja profesional dan melengkapi perizinan wajib, seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Poin Utama Arahan Bupati Sumedang:
- Transparansi Digital: Wajib unggah menu ke dashboard untuk pengawasan publik.
- Profesionalisme: Pengelolaan dapur harus memenuhi standar kesehatan ketat, bukan sekadar menggugurkan kewajiban.
- Kolaborasi Solutif: Forum harus menjadi tempat berbagi ilmu, bukan arena saling menyalahkan.
- Sinergi Lokal: Mengintegrasikan pasokan bahan baku dari koperasi desa.
Serap Potensi Desa melalui Koperasi Merah Putih
Menindaklanjuti instruksi Presiden Prabowo, Pemkab Sumedang kini tengah merancang skema integrasi pasokan bahan baku. Nantinya, dapur SPPG akan menyerap hasil bumi dari masyarakat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
“Kami sedang menyusun perencanaan agar KDKMP menjadi pengepul utama. Potensi lokal harus terserap secara optimal untuk menjamin ketersediaan dan keberlanjutan pasokan dapur,” pungkas Dony.
Dengan pengawasan ketat dan sistem yang transparan, Sumedang optimistis program Makan Bergizi Gratis akan menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus benteng kesehatan bagi generasi mendatang.***













