Berita Terkini

Buntut Keracunan Massal Program MBG, Kepala Badan Gizi Nasional Tebar ‘Kartu Kuning’ untuk SPPG

Kepala BGN, Dadan Hindayana

SENTUL, Wplus62.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi melayangkan permohonan maaf terbuka menyusul rentetan kasus keracunan massal yang menimpa penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah. Tak sekadar meminta maaf, BGN kini mengambil langkah tegas dengan mengevaluasi total prosedur penyaluran makanan.

Dalam pernyataannya usai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Sentul, Senin (2/2/2026), Dadan menegaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim investigasi untuk membedah titik lemah pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah.

Sanksi Tegas: Kartu Kuning hingga Penghentian Operasi

Dadan tidak main-main dalam menyikapi pelanggaran prosedur yang membahayakan kesehatan masyarakat. Ia memastikan BGN akan menjatuhkan sanksi disiplin bagi SPPG yang terbukti lalai.

  • Pemberian ‘Kartu Kuning’: BGN memberikan peringatan keras atau kartu kuning bagi SPPG yang melakukan pelanggaran prosedur berat.
  • Penghentian Sementara: SPPG yang tidak memenuhi standar keamanan pangan akan menghadapi penghentian operasional seketika selama masa evaluasi.
  • Investigasi Menyeluruh: Tim ahli tengah menganalisis sampel makanan dan alur distribusi untuk mencegah insiden serupa terulang.

“Kami sudah melakukan investigasi dan analisis mendalam terhadap beberapa SPPG. Untuk yang menyalahi prosedur berat, kami berikan kartu kuning dan kemungkinan besar operasionalnya akan kami setop sementara,” ujar Dadan tegas kepada awak media.

Komitmen Evaluasi Total

Kasus keracunan massal ini menjadi alarm keras bagi keberlanjutan program nasional MBG. Dadan mengakui insiden ini sebagai momentum untuk memperketat pengawasan di lapangan. BGN berkomitmen untuk memastikan setiap porsi makanan yang sampai ke tangan masyarakat tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dikonsumsi.

“Saya sebagai Kepala BGN meminta maaf kepada seluruh penerima manfaat yang mengalami kejadian tidak mengenakkan ini. Kami terus mengevaluasi agar kejadian ini tidak terjadi lagi di kemudian hari,” tutupnya.***