SUMEDANG, Wplus62.com – Peta politik Jawa Barat berguncang. Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, resmi menanggalkan atribut partai lamanya dan mendeklarasikan diri bergabung dengan Partai Gerindra. Momentum bersejarah ini berlangsung di hadapan ribuan warga yang memadati Alun-alun Sumedang, Jumat (13/2/2026) malam.
Langkah politik Dony bukan sekadar seremoni biasa. Kehadiran Sekjen Sugiono, Dedi Mulyadi (KDM), dan Maruarar Sirait menegaskan bobot strategis kepindahan eks kader PPP ini.
Alasan di Balik “Hijrah” Politik
Dalam pidatonya yang berapi-api, Dony menegaskan bahwa keputusannya berlabuh ke partai besutan Prabowo Subianto ini merupakan langkah taktis untuk masa depan Sumedang. Ia menggarisbawahi empat alasan utama, dengan fokus pada perluasan ruang ikhtiar pembangunan.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim dan tawakal, saya Dony Ahmad Munir menyatakan bergabung dengan Partai Gerindra. Keputusan ini tiada lain untuk memperluas ruang ikhtiar bagi Sumedang,” tegas Dony di atas panggung.
Setidaknya, Dony meyakini bahwa bersatunya kepemimpinan daerah dengan kekuatan partai penguasa nasional akan memicu sinergi program yang lebih kuat, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumedang.
Dukungan All-Out Tokoh Nasional
Dony secara khusus mengapresiasi kehadiran para tokoh kunci yang memberikan restu langsung atas langkahnya. Selain Sugiono dan KDM, Dony juga menyapa tokoh muda Joshua Sirait yang ia harapkan mampu menyuntikkan energi baru bagi UMKM dan seni budaya lokal.
Sinyal dukungan pusat terlihat jelas saat para tokoh nasional ini berdiri mendampingi Dony. Bucky Wibawa dan Eman Sulaeman hadir memperkuat sinyal dominasi baru Gerindra di wilayah Priangan Timur.
Dampak bagi Sumedang
Bergabungnya Dony ke Gerindra mengancam peta kekuatan politik lokal dan mengubah arah persaingan menuju pilkada. Bagi Dony, ini adalah mesin politik baru; bagi Gerindra, ini adalah amunisi segar untuk menguasai basis massa di Sumedang.
Acara yang berlangsung hingga larut malam ini ditutup dengan riuh tepuk tangan warga, menandai babak baru kepemimpinan Dony Ahmad Munir dalam balutan seragam putih.***
