SUMEDANG, W+62.COM– Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 diperingati secara khidmat di sejumlah daerah di Kabupaten Sumedang pada Minggu (17/8/2025).
Di Kecamatan Tanjungsari, upacara berlangsung di Alun-alun Tanjungsari diikuti oleh ribuan unsur masyarakat, dan juga lembaga di wilayah desa, seperti anggota TNI, Polri, Korpri, PGRI, Ormas, Linmas, para Kepala Desa, Siswa-siswi sekolah serta tokoh masyarakat.
Camat Tanjungsari, Agus Beni Triadhie memimpin upacara didampingi oleh Danramil Tanjungsari, Kapten Inf Agus Hermawan dan Kapolsek Tanjungsari, Kompol Nanang Supiryanto. Pekik merdeka dan pembacaan teks Proklamasi menandai peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 tingkat Kecamatan dengan khidmat.
Bertindak sebagai Komandan Upacara, anggota Koramil 1004/Tanjungsari, Pelda Ahmad Alamsyah. Pembacaan Proklamasi oleh Kapolsek Tanjungsari, Kompol Nanang Supiryanto dan Pembukaan UUD’45 oleh Danramil Tanjungsari, Kapten Inf Agus Hermawan.
Pasukan pengibar bendera (Paskibra) Kecamatan Tanjungsari, yang terdiri dari siswa-siswi SMA yang ada di Kecamatan Tanjungsari sejumlah 38 orang. Sementara itu, Marching Band Bahana Karya Dhahat (BKD) SMK PPN Tanjungsari menjadi pengiring.
Pengibaran bendera merah putih berjalan dengan baik dan dapat terselesaikan oleh Paskibra Kecamatan Tanjungsari sesuai dengan harapan.
Cita-cita Kemerdekaan
Dalam sambutannya, Camat Tanjungsari, Agus Beni Triadhie mengajak segenap masyarakat Tanjungsari untuk meneruskan cita-cita perjuangan dalam mengisi kemerdekaan.
“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini, merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan para pendahulu kita. Jiwa dan raga berjuang dari penjajahan hingga tetes darah penghabisan,” ungkapnya.
Dalam perspektif perjuangan kemerdekaan saat ini, sambung Camat, kita sebagai pewaris kemerdekaan harus mampu melawan kemiskinan, kebodohan serta ketidakberdayaan menghadapi situasi dan kondisi ekonomi yang lemah.
“Cita-cita kemerdekaan adalah menjadikan masyarakat yang berdaulat, adil dan makmur. Oleh karena itu, semangat kebersamaan dan gotong royong harus dihidupkan kembali untuk membangun bangsa ini sesuai dengan cita-cita para pejuang,” ujarnya.
Usai upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 tingkat Kecamatan Tanjungsari, tak ada kegiatan pawai pembangunan atau arak-arakan. Hal itu telah menjadi kesepakatan dengan Panitia HUT RI ke-80 dengan para Kepala Desa se-Kecamatan Tanjungsari.***
