SUMEDANG, Wplus62.com-– Pemerintah Kabupaten Sumedang terus tancap gas mengakselerasi transformasi digital dan pembangunan kota cerdas (smart city). Kali ini, Pemkab Sumedang menggandeng pakar kelas dunia, Prof. Dr. JunSeok Joseph Hwang dari Seoul National University (SNU), untuk membakar semangat serta mentransfer ilmu kepada ratusan ASN muda Sumedang, Jumat (24/7/2026).
Direktur Global R&DB Center sekaligus pakar ASEAN Smart City Program tersebut membagikan strategi pemajuan daerah dalam Sharing Session bertema transformasi digital di Pendopo Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS).
Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, memimpin langsung jalannya acara yang dihadiri oleh para ASN muda dan penggerak generasi milenial.

Kunjungan Balasan dan Jalinan Kolaborasi Global
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Sumedang, Wuddan Lukmanul Hakim, menegaskan bahwa kehadiran Prof. Hwang menjadi bukti nyata keberhasilan diplomasi daerah.
“Hari ini kita kedatangan Profesor Hwang dari Seoul, Korea Selatan. Ini merupakan kunjungan balasan setelah beberapa waktu lalu ASN Sumedang melakukan studi ke Korea. Kini beliau datang langsung untuk melihat bagaimana implementasi pembangunan dan tata kelola di Kabupaten Sumedang,” ujar Wuddan.
Sebelum mengisi materi, Prof. Hwang mendampingi Bupati Dony mengelilingi kawasan PPS. Akademisi asal Negeri Ginseng itu meninjau langsung integrasi berbagai fasilitas publik, mulai dari:
- Fasilitas Olahraga: Lapangan mini soccer, bola voli, dan jalur jogging.
- Ekonomi Kreatif: Sentra alat musik tradisional serta kain batik Kasumedangan.
- Pengelolaan Lingkungan: Sistem pengolahan sampah terpadu yang menghasilkan kompos dan budidaya maggot untuk pakan ikan.
Prof. Hwang mengapresiasi tinggi konsep kawasan PPS yang dinilainya sanggup mengawinkan pelayanan publik, ekosistem hijau, dan ruang interaksi sosial warga.

Cetak ASN Muda Adaptif dan Melayani Sepenuh Hati
Lebih lanjut, Wuddan menjelaskan bahwa Pemkab Sumedang sengaja menyasar para birokrat muda. Pemkab ingin menyuntikkan perspektif global agar para ASN mampu menghadirkan layanan publik yang lincah, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan warga.
“Melalui pengalaman dan ilmu yang dibagikan Profesor Hwang, kami berharap ASN muda Sumedang memiliki perspektif baru dalam membangun pemerintahan yang adaptif, inovatif, dan memberikan pelayanan prima,” tutur Wuddan.
Selain itu, ia mengumumkan bahwa Pemkab akan membuka fasilitas olahraga PPS secara penuh untuk publik mulai Agustus mendatang. Langkah ini bertepatan dengan momentum HUT Kemerdekaan RI dan perlombaan antar-26 kecamatan.
Uang Bukan Utama, Mindset Pemuda Kunci Smart City
Saat menyampaikan paparannya, Prof. Hwang menegaskan poin kritis mengenai esensi transformasi digital. Menurutnya, kesuksesan pembangunan kota cerdas tidak melulu bergantung pada besarnya kucuran anggaran, melainkan perubahan pola pikir (mindset) masyarakat—khususnya kaum muda.
Ia menilai, banyak program bantuan pemerintah yang mangkrak dan gagal bertahan lama karena mengabaikan kesadaran kritis penerima manfaat.
“Permasalahan utamanya bukan pada uangnya, tetapi pada pola pikir untuk mewujudkan perubahan. Karena itu, yang paling penting adalah membangun kesadaran dan semangat kaum muda agar mereka menjadi penggerak perubahan di kotanya sendiri,” tegas Prof. Hwang.
Oleh karena itu, lewat ASEAN Smart City Program, pihaknya memfokuskan pilar pembangunan pada aspek pendidikan, pertukaran gagasan, dan kolaborasi, ketimbang sekadar menyalurkan bantuan finansial.
Di akhir sesi, Prof. Hwang melayangkan pujian atas visi kepemimpinan Bupati Dony Ahmad Munir. Ia terkesan dengan langkah awal Sumedang yang membangun budaya jalan kaki dan memanjakan warga melalui ruang publik yang nyaman—sebuah langkah krusial sebelum mengatasi masalah perkotaan yang lebih kompleks seperti polusi dan kemacetan.***













