BANDUNG, wplus62.com – Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Mashudi, meresmikan Klinik Pratama baru di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banceuy, Bandung, Jumat (6/2/2026).
Fasilitas medis ini bertujuan memperkuat pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) secara lebih profesional dan humanis.
Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Jabar, Kusnali, bersama Kalapas Banceuy, Eris Ramdani, menyambut kedatangan mantan Kapolrestabes Bandung itu tepat pada petang hari.
Mashudi kemudian memotong pita sebagai simbol peresmian klinik, lalu memimpin rombongan meninjau langsung ruang perawatan serta fasilitas medis.
Perkuat Tenaga Medis dan Fasilitas Darurat
Dalam tinjauan tersebut, Mashudi memberikan perhatian khusus pada ketersediaan tenaga medis. Saat mengetahui Lapas Banceuy baru memiliki satu dokter tetap, ia menegaskan pentingnya penambahan personel.
“Jumlah dokter harus lebih dari satu. Kami akan mengusulkan penambahan dokter baru untuk mengoptimalkan layanan,” tegas Mashudi kepada jajaran pimpinan Lapas.
Selain aspek medis, Mashudi juga memantau program ketahanan pangan di lahan Lapas dan menyempatkan diri bersantai sejenak di ruang terbuka hijau untuk memantau suasana kondusif lingkungan tersebut.
Komitmen Pelayanan PRIMA
Kalapas Banceuy, Eris Ramdani, menjelaskan bahwa pembangunan Klinik Pratama ini merupakan langkah konkret untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan berkesinambungan.
“Pelayanan bukan sekadar pekerjaan, melainkan tanggung jawab yang harus kami laksanakan dengan sepenuh hati,” ujar Eris.
Klinik baru ini mengusung standar pelayanan PRIMA dengan fasilitas yang komprehensif, meliputi:
- Peralatan Medis Lengkap: Alat ukur tekanan darah, gula darah, kolesterol, perangkat infus, hingga stok obat-obatan resep dokter.
- Kesiapsiagaan Bencana: Ketersediaan APD, tandu, helm pelindung, P3K, dan tabung oksigen untuk kondisi darurat.
- Sanitasi dan Kebersihan: Sarana pengelolaan sampah medis dan non-medis serta protokol disinfeksi rutin.
- Manajemen Data: Sistem pengarsipan data pasien dan dokumen medis yang terorganisir.
Eris menambahkan bahwa visi klinik ini adalah menjamin akses kesehatan yang adil bagi seluruh warga binaan melalui pendekatan promotif dan preventif. Ia berharap dengan langkah ini mampu mendukung proses pembinaan warga binaan agar tetap sehat secara fisik dan mental selama menjalani masa pidana.***
