SUMEDANG, W+62.com- Kabupaten Sumedang saat ini telah memiliki Gedung Workshop Batik dalam rangka pengembangan galeri dan workshop UMKM untuk mendukung Creative Tourism Geotheather di Desa Pemekaran Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang.
Peresmian gedung Workshop Batik itu dilakukan oleh Penjabat (Pj) Bupati Sumedang, Yudia Ramli yang didampingi oleh Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Sumedang (Diskopukmpp) pada Senin 30 Desember 2024.
Pj Bupati Sumedang, Yudia Ramli menyampaikan harapannya agar Workshop Batik ini menjadi pusat pelatihan, produksi, dan destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
“Keberadaan rumah batik ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat melihat proses pembuatan batik, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada wisatawan untuk membatik. Mereka bisa membuat batik sendiri, yang kemudian diproses hingga bisa dipakai,” ujar Yudia kepada awak media.
Yudia juga menekankan, pentingnya pemanfaatan Workshop Batik oleh berbagai pihak, terutama masyarakat sekitar, pelaku UMKM, pengrajin, dan sektor pendidikan di Rancakalong.
“Rumah batik ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar dan memberdayakan UMKM di Kabupaten Sumedang. Apalagi, ini merupakan bantuan dari Provinsi Jawa Barat yang berkomitmen melestarikan budaya batik,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi kinerja Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Sumedang (Diskopukmpp) dalam merealisasikan pembangunan rumah batik.
“Diskopukmpp sudah mempersiapkan berbagai fasilitas, termasuk rumah kemasan, rumah batik, dan sentra kuliner, sehingga wisatawan mendapatkan nilai tambah selama berkunjung ke Sumedang,”tukasnya.
Representasi Daerah
Sementara itu, Kepala Diskopukmpp Kabupaten Sumedang, Agus Kori Hidayat, menyatakan bahwa beberapa motif batik khas Sumedang telah dikembangkan.
“Melalui pelatihan di Workshop Batik ini, kualitas batik akan terus ditingkatkan sehingga mampu menjadi ikon Kabupaten Sumedang. Batik Sumedang akan memiliki karakter kuat yang merepresentasikan keunikan daerah ini,” jelas Agus.
Agus juga menambahkan bahwa program eduwisata akan diperluas, melibatkan sekolah-sekolah untuk memberikan pengalaman belajar membatik kepada siswa.
“Selain pelatihan dan produksi, fasilitas Workshop Batik akan diperindah, termasuk pembangunan area untuk gelar produk UMKM di sekitarnya,” pungkasnya.
