SUMEDANG, W+62.COM– Bertempat di Gedung Negara Sumedang, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir menggelar Rakor bersama jajaran Forkopimda Sumedang pada Minggu (31/8/2025)
Rakor yang laksanakan itu berkaitan dengan Kewaspadaan Dini Terhadap Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG) di Wilayah Kabupaten Sumedang.
Menyusul informasi terkait informasi yang menyebutkan akan adanya unjuk rasa di Sumedang akan dilakukan pada pukul 11.00 WIB sampai dengan selesai pada Senin besok (1/9/2025) yang dipelopori Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sejumlah perguruan tinggi, yang diperkirakan berjumlah 1000 orang.
Oleh karena itu, Bupati Sumedang mengajak kepada jajaran pemerintah daerah beserta Forkompimda dan masyarakat Sumedang agar berhati-hati dalam menjaga perkataan, pernyataan dan pendapat agar tidak memantik kemarahan atas permasalahan yang sedang terjadi.
“Pemda Sumedang dan Forkopimda harus tetap hadir dan mendengarkan aspirasi masyarakat, laksanakan dan tingkatkan tugas sebagai pelayanan masyarakat sebagai salah satu ikhtiar dan mitigasi risiko atas permasalahan yang sedang terjadi,” ungkap Bupati Dony.
Ia meminta agar tidak melakukan kegiatan yang melibatkan massa banyak, yang akan berpotensi mudah tersusupi oleh provokator atau oknum yang akan membuat konflik, atas permasalahan yang sedang terjadi di negeri ini.
“Selain itu diperlukan penjagaan di titik-titik rawan atau tempat strategis seperti pabrik-pabrik, kampus, lembaga pemerintahan dan lainnya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan,” katanya.
DPRD Diminta Hadapi Pendemo
Terkait dengan pembelajaran, Bupati Dony menyebutkan, sekolah akan tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran . “Dinas Pendidikan melakukan upaya mitigasi risiko dan dapat menginformasikan ke seluruh pengajar, guru agar anak didik upaya tidak keluar atau pulang sekolah bila mana terjadi aksi unjuk rasa,” terangnya.
Begitu juga kepada Dinas Perhubungan, diminta Bupati Dony meminta agar proaktif dalam memonitoring menggunakan Area Traffic Control System (ATCS) selama aksi unjuk rasa di titik-titik wilayah di Sumedang.
“Hal ini dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diharapkan. Serta seluruh ASN tetap memakai pakaian dinas seperti biasa, hanya diharapkan tidak membawa kendaraan dinas selama aksi unjuk rasa,” ucap Bupati Dony.
“Rute unjuk rasa sudah tersebar dengan titik kumpul di Terminal Ciakar-Mc D-Mako Polres Sumedang-Gedung DPRD Sumedang. Peserta aksi unjuk rasa memakai jaket atau jas almamater mahasiswa dari perguruan tinggi masing-masing,” ujarnya.
Bupati juga meminta Ketua DPRD dan pimpinan Fraksi DPRD Sumedang, menerima langsung peserta aksi unjuk rasa yang akan datang ke Gedung DPRD Sumedang. Hal ini sebagai upaya dan tindak lanjut dalam mendengarkan aspirasi masyarakat dalam permasalahan yang sedang terjadi.
TNI bersama Polri berjaga di setiap titik-titik lokasi strategis terdapat pengamanan di lokasi-lokasi vital, pertigaan jalan dalam upaya mengarahkan masa aksi ditambah menyiapkan dan memberikan air mineral, sebagai upaya agar masa aksi sesuai mengarah ke lokasi tujuan aksi dan bukan melakukan aksi yang menyimpang.
“Waspada dan antisipasi aksi unjuk rasa yang disusupi kelompok ANARKO dengan ciri-ciri memakai jaket warna hitam, menggunakan kupluk dan menutup wajah memakai kain atau masker dengan atribut yang mencolok memakai lambang atau huruf A,” katanya.***













