Berita Terkini

Sumedang Siaga Krisis! Sekda Instruksikan Proyek Fisik Rampung Sebelum BBM Naik

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati beri pesan penting terkait krisis energi
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati beri pesan penting terkait krisis energi

SUMEDANG, Wplus62.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati, memberikan peringatan keras kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk segera melakukan langkah ekstrem penghematan energi. Ancaman krisis energi global dan prediksi lonjakan harga material konstruksi pada pertengahan 2026 memicu lahirnya instruksi tegas ini.

Pesan tegas tersebut menggema saat Tuti memimpin Apel Pagi Gabungan di Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Senin (6/4/2026). Di hadapan jajaran pejabat struktural dan pelaksana, ia menekankan bahwa dinamika geopolitik dunia kini berdampak langsung pada operasional pemerintahan di daerah.

Kejar Target Pembangunan Sebelum BBM Naik

Tuti menyoroti potensi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diprediksi terjadi dalam waktu dekat. Menurutnya, kenaikan harga BBM akan memicu efek domino pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek pembangunan.

“Kita harus bergerak cepat. Saya instruksikan seluruh jajaran untuk mempercepat pelaksanaan program prioritas, terutama infrastruktur jalan, irigasi, pendidikan, dan kesehatan,” tegas Tuti.

Ia khawatir jika proyek-proyek fisik baru berjalan di semester kedua, kenaikan harga material seperti aspal, pipa, hingga plastik akan membuat anggaran tidak lagi mencukupi. “Jangan tunggu harga material meroket. Selesaikan pekerjaan sebelum pertengahan tahun agar kualitas tetap terjaga tanpa membengkakkan biaya,” imbuhnya.

Ancaman El Nino: Hemat Air dan Listrik Sekarang!

Selain tantangan ekonomi, Sekda Sumedang juga menyoroti peringatan dari BMKG terkait fenomena El Nino. Musim kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung selama 6 hingga 9 bulan menuntut kesiapsiagaan tinggi, terutama dalam menjaga ketahanan pangan dan sumber daya air.

Tuti memerintahkan perbaikan infrastruktur irigasi segera tuntas untuk mengantisipasi kekeringan. Tak hanya di lapangan, ia juga menuntut perubahan perilaku drastis di lingkungan kantor.

Beberapa poin instruksi penghematan yang ditegaskan Sekda antara lain:

  • Matikan lampu jika ruangan sudah mendapat cahaya matahari yang cukup.
  • Gunakan AC secara bijak; jangan biarkan menyala di ruangan kosong.
  • Audit fasilitas air secara rutin untuk mencegah kebocoran sekecil apa pun.

Membangun Budaya Hemat

Mengakhiri arahannya, Tuti mengajak seluruh ASN menjadikan penghematan sebagai budaya baru, bukan sekadar menggugurkan kewajiban administratif. Ia meminta setiap pegawai memiliki rasa tanggung jawab terhadap penggunaan fasilitas negara.

“Setiap rupiah, baik dari APBD maupun kantong pribadi, harus kita gunakan secara bijak. Kita harus siap menghadapi situasi tersulit dengan perilaku yang lebih disiplin dan efisien,” pungkasnya.***