Berita Terkini
Tak Berkategori  

Ratusan Jemaah Haji Tanjungsari Sumedang Adakan Istighosah dan Doa Bersama untuk Kelancaran Armudzna

MEKKAH, W+62.com– Ratusan jemaah haji yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al-Multazam Tanjungsari Sumedang, berkumpul di Musholla Sektor 7 Wehdah Al Khaor Hotel, untuk mengikuti kegiatan Istiqosah dan doa bersama pada Minggu (1/6/2025).

Acara ini digelar sebagai wujud permohonan kelancaran Armudzna tahapan penempuhan Wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, serta ibadah di Mina serta sebagai sarana pembekalan spiritual menjelang puncak ibadah haji.

Pembukaan acara oleh Pembimbing KBIHU Al-Multazam, KH. Asep Fuad Adnan, yang menyampaikan pentingnya doa dan istighosah bagi para jemaah sebelum menunaikan rukun haji.

“Doa istiqosah dan doa bersama ini kami selenggarakan untuk memohon agar seluruh rangkaian armudzna berjalan lancar, sekaligus memberikan pemahaman kepada para jemaah mengenai tata cara dan makna ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” ujarnya.

KH. Asep menambahkan bahwa persiapan mental dan spiritual sama pentingnya dengan persiapan administrasi dan fisik para jemaah.

Materi Pembinaan: Persiapan Spiritual Menuju Puncak Haji

Selain doa, KH. Asep Fuad Adnan menyampaikan sejumlah materi pembinaan, antara lain; Makna Wukuf di Arafah dijelaskan, tentang pentingnya wukuf sebagai inti ibadah haji dan bagaimana berdoa secara khusyuk di padang Arafah.

Kemudian, bagaimana bermalam di Muzdalifah dan tata cara mengumpulkan dan melempar jumrah, serta hikmah bermalam di Muzdalifah setelah wukuf. Lalu, ibadah di Mina sebagai rangkaian lempar Jumrah, Tawaf Ifadah, serta panduan pelaksanaan manasik untuk menghindari kesalahan dalam tataran teknis.

KH. Asep juga mengingatkan agar setiap jemaah selalu menjaga kebersihan diri, kesehatan, serta kekompakan antar sesama, mengingat cuaca di tanah suci saat ini memasuki musim panas dengan suhu yang cukup tinggi.

Penghentian Sementara Bus Salawat untuk Dukungan Armudzna

Seiring dengan persiapan pelaksanaan armudzna, salah seorang petugas ibadah haji kloter 17 mengumumkan penghentian sementara operasi Bus Salawat atau layanan transportasi gratis ke Masjidil Haram. Layanan ini ditangguhkan mulai 1 Juni 2025 dan dijadwalkan kembali beroperasi pada 9 Juni 2025.

Petugas haji kloter 17, menjelaskan, seluruh armada bus akan difokuskan untuk mengangkut jemaah haji menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina selama puncak haji.

“Penghentian layanan Bus Shalawat bersifat sementara ,semata agar kita dapat memprioritaskan kebutuhan armada untuk mendukung kelancaran Armudzna. Setelah semua rangkaian Armudzna selesai, layanan gratis ke Masjidil Haram akan kembali berjalan seperti biasa mulai 9 Juni,” ungkapnya.

Antusiasme dan Harapan Jemaah

Tatang, salah satu calon jemaah, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan Istiqosah dan doa bersama yang diberikan. “Kegiatan hari ini membuat saya lebih tenang dan paham betul apa yang akan saya lakukan saat di Arafah nanti. Meskipun cuaca panas, doa bersama dan bimbingan dari KH. Asep menguatkan semangat kami,” tuturnya.

Sementara itu, sejumlah calon jemaah lainnya berharap agar armudzna berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Mereka meyakini bahwa doa kolektif dan pembekalan pemahaman manasik sangat berpengaruh terhadap kesakralan dan kelancaran ibadah haji.

Kegiatan Istiqosah dan doa bersama ditutup dengan lantunan salawat dan doa seluruh jemaah yang dipimpin langsung oleh KH. Asep Fuad Adnan. Seluruh peserta dianjurkan untuk terus memantapkan niat dan menjaga kesehatan hingga tiba saatnya mereka berangkat menuju Tanah Suci.

Dengan semangat kebersamaan dan kesiapan baik dari sisi spiritual maupun logistik, KBIHU Al-Multazam Tanjungsari Sumedang berharap seluruh jemaah dapat menjalankan Armudzna serta rangkaian ibadah haji lainnya dengan husnul khatimah.***