SUMEDANG, Wplus62.com – Wajah Sport Center Tadjimalela bertransformasi total. Sebanyak 34 tim muralis dari berbagai penjuru Indonesia resmi memulai aksi kreatif mereka dalam ajang bergengsi Lomba Mural Tadjimalela Piala Bupati Sumedang, yang berlangsung pada 1–7 Februari 2026.
Pemerintah Kabupaten Sumedang menginisiasi kompetisi ini sebagai strategi mempercantik ruang publik sekaligus memperkuat identitas daerah. Tak sekadar corat-coret, para seniman ini mengemban misi visual untuk menyatukan elemen budaya, olahraga, dan pariwisata dalam satu bidang gambar.
Magnet Bagi Seniman Lintas Provinsi
Antusiasme peserta tahun ini melonjak drastis. Ajang ini tidak hanya melibatkan perwakilan SKPD, tetapi juga menjadi magnet bagi seniman profesional dari kota-kota pusat seni seperti Yogyakarta, Jakarta, Bandung, hingga Semarang.
Para peserta memperebutkan total hadiah puluhan juta rupiah, dengan juara utama berpeluang membawa pulang Rp10 juta. Persaingan ketat terlihat dari komposisi peserta yang mencakup mahasiswa, komunitas seni, hingga praktisi mural nasional.
Sentuhan Aksara Sunda dan Ikon Lokal
Ada yang unik dalam gelaran tahun ini. Panitia mewajibkan setiap karya menonjolkan objek khas Sumedang, mulai dari kuliner, sejarah, hingga seni tradisi. Bahkan, para kurator menambahkan sentuhan Aksara Sunda sebagai identitas budaya yang terintegrasi di setiap sudut mural.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, dalam keterangannya menekankan bahwa mural-mural ini adalah karya luar biasa yang lahir dari gagasan matang. Ia berharap karya seni ini dapat menjaga marwah ruang publik Sumedang agar tetap nyaman, aman, dan memiliki nilai estetika tinggi.
Visi Transformasi Ruang Publik
Melalui dinding berukuran 2,5 x 10 meter, para seniman mengekspresikan visi “Sumedang Menuju Dunia”. Aksi ini diprediksi akan mengubah Sport Center Tadjimalela menjadi destinasi wisata visual baru yang instagramable bagi masyarakat.
Kini, kawasan olahraga tersebut tidak lagi kaku dengan dinding beton yang polos. Goresan cat para muralis telah menyulapnya menjadi ruang ekspresi yang hidup, edukatif, dan penuh energi positif bagi kemajuan pariwisata Jawa Barat.***
