Berita Terkini

Pemprov Jabar Tak Janjikan MBG Disetop Meski Banyak Korban, Wagub Erwan: Menunya Cukup Tahu, Tempe dan Ayam Dulu Saja!

Aktivitas pelajar di salah satu sekolah saat mengambil jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumedang

BANDUNG, W+62.com–Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan tak menjanjikan jika program makan bergizi gratis (MBG) bakal di setop meski sudah banyak korban (pelajar) berjatuhan.

Jumlah korban terbesar di Kecamatan Cipongkor, Kabupeten Bandung Barat, yang jumlahnya kini mencapai lebih dari 900 siswa.

Sejauh ini, hingga Kamis malam, (25/9/2025) dilaporkan sejumlah korban masih terus bertambah, selain di Bandung Barat, terjadi juga di Sumedang, Tasikmalaya, Garut, Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan daerah lainnya.

“Saya menghormati keputusan pusat, kabupaten/kota di daerah harus mendukung, apapun dari pemerintah pusat. (Tidak dihentikan karena) Itu masalah program (pemerintah) pusat,” kata Erwan kepada wartawan di Gedung DPRD Jawa Barat, Kamis (25/9/2025).

Ia mengaku prihatin atas apa yang menimpa Jawa Barat saat ini, terlebih lagi saat ini menjadi provinsi dengan jumlah keracunan MBG terbanyak diantara provinsi lainnya.

“Kita sangat prihatin di Jawa Barat sering terjadi di beberapa daerah keracunan MBG,” keluh Erwan.

Namun begitu, kata dia, sikap pemerintah yang dilakukan saat ini yaitu melakukan evaluasi secara menyeluruh mengapa hal ini bisa terjadi.

Tak Semua MBG Bermasalah 

Dikatakan Wagub Erwan, tidak semua program MBG di Jawa Barat bermasalah. Banyak juga di beberapa daerah, program MBG itu berhasil dan sesuai harapan. Mengapa bisa keracunan, ada masalah yang harus dievaluasi.

“Tinggal di evaluasi saja, ada di beberapa daerah yang berjalan dengan baik yang bagus, saya juga beberapa waktu lalu meresmikan MBG di daerah Cilengkrang (Bandung) itu sangat bersih bagus dan ada tempat sterilnya, jadi betul betul sangat layak untuk sebuah dapur MBG,” jelas Erwan.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dan Wakil Gubernur, Erwan Setiawan

Erwan menduga jika insiden ini terjadi karena ketimpangan penyedia makanan dan jumlah penerima yang terlalu besar. Selain itu, waktu penyajiannya yang terlalu lama, sehingga dimungkinkan makanan yang didiamkan terlalu lama itu akan cepat menjadi racun.

“Pada saat Dimasak jam 2 malam, jam 4 pagi dikemas jam 12 siang baru di makan anak anak dan itu mengandung makanan yang basi,” keluh Erwan seraya menambahkan jika Pemprov Jabar akan melakukan evaluasi menyeluruh.

Erwan menambahkan, jika program MBG ini tetap berjalan. Namun begitu dia menitipkan catatan jika menu makannya itu disederhanakan saja.

“Dan untuk saat ini saya berharap tidak dulu ada makan yang cepat basi yang kira-kira cepat jadi racun, yang simpel-simple aja dulu, seperti; tahu, tempe, ayam juga udah cukup. Saya kira itu akan menghindari (siswa keracunan). Kalau sayuran harus betul-betul sayuran yang segar cek jangan sampai terjadi lagi keracunan,” imbuh Erwan.

Tunggu Senin

Sebelumnya pun Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan akan mengevaluasi hal ini secara besar-besaran.

Ia akan mengundang Kepala Makan Bergizi Gratis (MBG) perwakilan wilayah Jawa Barat untuk membahas secara bersama sama mengevaluasi peristiwa peristiwa yang terjadi.

“Nanti hari Senin kita undang kepala perwakilan Jabar. Kita mintai klarifikasinya,” kata Dedi.

Saat disinggung, apakah tidak sementara program MBG di Jawa Barat tidak dihentikan terlebih dahulu mengingat banyak korban berjatuhan?

“Nanti tunggu hari Senin ya. Nanti kita hari Senin kita bicara dulu dengan Kepala Perwakilan di Jawa Barat bagaimana komitmen dia, setelah melihat komitmennya bagaimana, setelah ada komitmennya nanti Pemerintah Provinsi akan mengambil keputusan,” tegasnya.***