SUMEDANG, W+62.COM– Guna meningkatkan efisiensi program sekaligus memperkuat rantai pasok pangan lokal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang siapkan skenario kolaborasi.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir kumpulkan stakeholder membahas pengintegrasian program Starbak (Satu Hektar Buruh Tani Bangkit) dengan KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) dan MBG (Makan Bergizi Gratis) di Kabupaten Sumedang.
Rencana tersebut dikemukakan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, usai mengikuti Rakor Penyelenggaraan MBG dengan Kemendagri, secara virtual di Command Center Setda, pada Senin, (17/11/2025).
Bupati Sumedang menyampaikan, program Starbak memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara terintegrasi dengan program nasional lainnya yakni, KDMP dan MBG.
Oleh karena itu, Bupati Sumedang meminta kepada seluruh pihak yang mengelola program Starbak, agar bisa terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertaniannya.
Lebih dari itu, para petani pengelola program Starbak ini, disarankan untuk menanam produk pertanian pangan yang sesuai dengan kebutuhan pasar, seperti sayur-sayuran untuk memenuhi kebutuhan bahan baku MBG.
“Saya meminta program Starbak bisa lebih dimasifkan kembali dan dikaitkan dengan kebutuhan pasar. Misalnya, petani Starbak dapat menanam sayuran yang dibutuhkan dapur-dapur MBG, kemudian disalurkan melalui KDMP,” ujarnya.
Memberi Dampak Maksimal
Bupati Dony, menyebutkan integrasi ketiga program tersebut diyakini dapat membantu menggerakkan perekonomian lokal secara berkelanjutan.
“Terlebih Pemkab Sumedang kini tengah mempercepat pembangunan KDMP, tercatat 39 titik sudah dikerjakan sebagai langkah menuju target penyediaan KDMP di 270 desa dan tujuh kelurahan di tahun ini,” katanya.
Bupati Dony mengatakan, Starbak bukan hanya upaya pemberdayaan buruh tani, tetapi juga sarana membangun rantai ekonomi baru di tingkat daerah.
Dengan sistem pasokan yang tersambung ke KDMP dan MBG ini, hasil produksi petani dapat terserap lebih optimal serta membantu menjaga stabilitas pangan dan inflasi.
“Kita ingin memastikan program nasional ini memberi dampak maksimal bagi masyarakat Sumedang. Dengan sinergi ini, kita bukan hanya memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah, tetapi juga menggerakkan ekonomi pedesaan,” tuturnya.
Pemkab Sumedang saat ini tengah menyiapkan mekanisme tata kelola khusus untuk mengintegrasikan Starbak, KDMP, dan dapur MBG dalam satu ekosistem pembangunan yang berkesinambungan.
“Dengan strategi sinergi ini, kita dapat menggabungkan pemberdayaan petani, penguatan koperasi, dan pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak dalam satu ekosistem pembangunan yang berkesinambungan,” tutur Bupati Dony.***
