SUMEDANG, W+62.COM– Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kabupaten Sumedang menggelar pelantikan pengurus periode 2025-2030, yang dilanjutkan dengan Seminar Nasional bertema Pencanangan Indonesia Emas Segera Panen. Jumat (14/11/2025)
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo PPS Sumedang ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Kabag Kesra pada Setda Sumedang, Ketua ICMI Orda Jawa Barat, Rektor Universitas, serta berbagai tokoh akademisi, birokrat, dan masyarakat.
Ketua ICMI Kabupaten Sumedang, Kamas Komara, menyampaikan, acara ini merupakan langkah penting dalam memperkuat peran ICMI di Sumedang, baik dalam memberikan advokasi maupun kontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Alhamdulillah, kami bersyukur bisa menggelar pelantikan pengurus ICMI Orda Sumedang sekaligus seminar nasional ini,” ungkapnya.
Ia berharap ICMI akan memberikan warna baru di Sumedang dan berkontribusi aktif dalam isu-isu penting seperti ketersediaan pangan dan pemenuhan gizi di tingkat masyarakat, khususnya di dapur-dapur masyarakat yang membutuhkan.
ICMI Sebagai Mitra Pemerintah dan Kontrol Sosial
Lebih lanjut, H. Kamas menekankan, ICMI tidak hanya hadir sebagai mitra pemerintah, tetapi juga sebagai pengawas dan kontrol terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah.
Dalam hal ini, ICMI berperan untuk menjembatani kepentingan masyarakat, memberikan pencerahan, serta menguatkan program-program pembangunan yang bermanfaat.
“Harapan kami adalah ICMI tidak hanya sebagai mitra, tetapi juga sebagai penyeimbang dalam pembangunan di Sumedang. Kami hadir untuk mendukung pemerintah, tetapi juga sebagai kontrol sosial terhadap kebijakan yang dijalankan,”katanya.
Ditambahkan Kamas, masyarakat adalah pemegang kedaulatan, dan ICMI hadir untuk memastikan semua kepentingan masyarakat terakomodasi.

ICMI: Organisasi Heterogen yang Memersatukan
Lebih jauh Kamas menjelaskan, ICMI merupakan organisasi yang sangat heterogen, berbeda dengan ormas lainnya. Di dalam ICMI, bergabung berbagai kalangan, mulai dari akademisi, birokrat, aparat, politisi, konglomerat, hingga ormas-ormas Islam.
Dengan keberagaman ini, menurutnya, ICMI memiliki potensi besar untuk menjadi wadah edukasi, advokasi, dan pengawasan yang efektif bagi masyarakat dan pemerintah.
“ICMI adalah organisasi yang paling berwarna dan bergengsi karena anggotanya berasal dari berbagai latar belakang. Di sini ada para profesor, dokter, politisi, birokrat, dan tokoh masyarakat lainnya,”ungkapnya.
“Kami hadir untuk memberikan sumbangsih pemikiran dan solusi bagi pembangunan Sumedang. ICMI lebih berfokus pada edukasi, bukan bisnis atau profit,” tuturnya.
Seminar Nasional: Pencanangan Indonesia Emas Segera Panen
Setelah pelantikan pengurus, acara dilanjutkan dengan Seminar Nasional yang membahas Pencanangan Indonesia Emas Segera Panen. Ini sebuah program yang bertujuan untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul menjelang Indonesia Emas pada 2045.
Seminar ini dihadiri oleh sejumlah akademisi dan praktisi, termasuk Prof. Sutarman, Prof. Arifin, Dr. Patah, dan Dr. Samjobalah, yang memberikan pemikiran dan solusi terkait berbagai isu strategis bagi masa depan bangsa, khususnya di Kabupaten Sumedang.
Acara ini juga menjadi momentum penting bagi ICMI Sumedang untuk mempererat hubungan antar tokoh masyarakat dan pemerintah, serta untuk lebih aktif dalam memberi kontribusi terhadap pembangunan daerah yang lebih baik.
Dengan pelantikan pengurus baru dan seminar nasional ini, ICMI Sumedang berharap dapat terus menjadi mitra strategis bagi pemerintah dalam mewujudkan program-program pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.
ICMI juga berkomitmen untuk terus mengedukasi dan memberikan solusi bagi berbagai tantangan yang dihadapi oleh masyarakat, khususnya di Kabupaten Sumedang.***













