Berita Terkini
Tak Berkategori  

Monitoring Dapur MBG, Camat Tekankan Pentingnya Menjaga Performa dan Kualitas Makanan Bagi Siswa

Camat Tanjungsari, Agus Beni Triadhie dan rombongan kecamatan saat melihat dapur MBG Alam Ciloa pada Rabu (20/8/2025)

SUMEDANG, W+62.COM– Camat Tanjungsari, Agus Beni Triadhie yang baru sepekan bertugas efektif di Kecamatan Tanjungsari, melaksanakan monitoring terhadap dapur MBG yang berada di wilayah kerjanya. Didampingi oleh Sekretaris Kecamatan, Agus Turaz dan Kasi Pemerintahan Umum, Rita Utami pada Rabu (20/8/2025).

Dapur MBG Ciloa Indah yang berada di Desa Gudang, dapur pertama ditinjau oleh Camat Tanjungsari, sekaligus momen perkenalan kepada dapur MBG. Pada kunjungan itu, Agus Beni Triadhie mengungkapkan setiap dapur MBG yang berada di Tanjungsari harus senantiasa menjaga performa dan kualitas makanannya.

“Sekalian bersilaturahmi, saya ingin mengetahui sejauh mana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tanjungsari berjalan dengan baik,” katanya.

Disampaikan Camat Agus Beni kepada pengelola Dapur MBG, SPPG Yayasan Nur Aminah Kasih Desa Gudang itu, pihaknya merasa berkewajiban turut serta menyukseskan program strategis nasional yang digagas presiden RI Prabowo Subianto.

“Saya harapkan pihak pengelola tetap menjaga komunikasi dan koordinasi dengan pihak kecamatan dan desa agar program MBG ini bersinergi,” ujarnya.

Direktur CV Alam Ciloa, pengelola Dapur MBG, Agis Gama Lutvianda

RM. Alam Ciloa yang Pertama 

Menanggapi hal itu, pengelola Dapur MBG Ciloa Indah, SPPG Yayasan Nur Aminah Kasih Desa Gudang, Agis Gama Lutvianda menyampaikan Dapur MBG RM Alam Ciloa merupakan yang pertama melaksanakan program ini di Tanjungsari.

Agis yang didampingi oleh Ketua Koordinator SPPG se-kabupaten Sumedang, M.Gifar Barani dan Manajer Alam Ciloa, Ray mengungkapkan beberapa hal yang menjadi kendala dan permasalahan pelaksanaan program MBG itu.

“Kesulitan pada awal-awal pelaksanaan kita pernah hadapi, mulai dari bagaimana mengatur waktu masak, penyiapan dan distribusi hingga menjaga performa untuk tetap stabil,” ungkap Agis.

Dikatakan Agis, setiap permasalahan itu pasti akan dijumpai. Mulai dari adanya makanan yang basi, ketersediaan foodtray, dan telat distribusi karena terkendala teknis dan lainnya. “Kita lakukan perbaikan langsung setiap kesalahan dan berupaya tidak mengulangi lagi kesalahan serupa,” terangnya.

Agis juga menyebutkan pegawainya saat ini berjumlah 47 orang yang dibagi menjadi dua shift. Ditambah 1 orang Ahli Gizi, 1 Chef dan Koki. “Boleh dibilang kerja kita ini full day (24 jam),” terang Agis.

Kepala SPPG Yayasan Nur Aminah Kasih yang juga Koordinator SPPG se-kabupaten Sumedang, M. Gifar Barani

Rencananya 10 Dapur di Tanjungsari

Sementara itu, Kepala SPPG Dapur MBG Alam yang ada Ciloa, M. Gifar Barani menyebutkan berdasarkan informasi dari SPPG Badan Gizi Nasional pusat, nantinya di Kecamatan Tanjungsari akan berdiri 10 Dapur MBG.

“Sementara ini, baru ada 3 dapur MBG di Kecamatan Tanjungsari, dan sekarang masih dalam tahap persiapan pembangunan sebanyak 7 unit lagi untuk di Tanjungsari saja,”kata Gifar.

Ia menuturkan, kuota satu dapur MBG saat ini sudah dititik maksimal. SPPG Yayasan Nur Aminah Kasih ini saja kuotanya sebanyak 3.983 untuk siswa dari SD hingga SMA.

“Belum lagi ada kewajiban kita harus menambah paket makanan bagi ibu hamil, ibu menyusui dan juga lanjut usia yang ada di sekitar domisili SPPG dengan radius 3 KM,” ungkapnya.

Nantinya, tambah Gifar, jika jumlah dapur MBG telah bertambah, ada kemungkinan kuota setiap dapur hanya 2.500 saja. “Sehingga cakupan program MBG ini bisa betul-betul terpenuhi secara maksimal,” ucapnya.

Setelah berdialog dan berdiskusi, Camat Tanjungsari Agus Beni Triadhie beserta rombongan kecamatan berkesempatan mengunjungi langsung menuju Dapur MBG dan melihat tempat penyiapan makanan bagi siswa-siswi di Kecamatan Tanjungsari Sumedang.***