JAKARTA, Wplus62.com – Universitas Padjadjaran (Unpad) mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan sementara seorang oknum dosen yang terseret kasus dugaan kekerasan seksual. Keputusan ini muncul setelah dugaan pelecehan terhadap mahasiswi asing mencuat dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Brian Yuliarto, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi intensif dengan pimpinan Unpad untuk mengawal kasus ini.
“Kami terus memonitor perkembangan kasus ini. Saya sudah berkomunikasi langsung dengan Rektor Unpad, dan tim Kemdiktisaintek telah berkoordinasi dengan pihak kampus,” tegas Brian di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).
Unpad Bentuk Tim Investigasi Khusus
Sebagai langkah awal, pihak universitas langsung membebastugaskan oknum dosen berinisial IY yang menjabat sebagai Guru Besar di Fakultas Keperawatan (FKep). Selain penonaktifan, Unpad membentuk tim investigasi khusus yang bekerja sama dengan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS).
Brian menekankan bahwa kampus wajib menjadi lingkungan yang aman bagi seluruh civitas akademika. Ia mendesak Rektor Unpad untuk mengusut tuntas kasus ini tanpa ada yang ditutup-tutupi.
“Prinsip kami sangat jelas: kampus harus menjadi ruang aman. Perlindungan dan pendampingan terhadap korban wajib menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Desak Proses Transparan dan Objektif
Mendikti Saintek juga meminta agar proses pemeriksaan berjalan cepat dan objektif demi menjamin rasa keadilan bagi korban. Ia memastikan kementerian akan terus memantau setiap tahapan proses hukum dan etik yang berlangsung.
“Kami meminta Rektor agar pemeriksaan ini transparan. Jika terbukti ada pelanggaran, sanksi tegas harus tegak lurus sesuai ketentuan yang berlaku,” tambah Brian.
Viral di Media Sosial
Kasus ini pertama kali memicu kemarahan publik setelah viral di platform X (dahulu Twitter). IY diduga melakukan tindakan tidak terpuji dengan meminta mahasiswi asing peserta program pertukaran pelajar (exchange) untuk mengirimkan foto saat mengenakan bikini.
Skandal ini kini menjadi sorotan luas, mengingat status terduga pelaku sebagai pendidik senior di lingkungan kampus ternama.***
