Berita Terkini
Tak Berkategori  

Kemenhub dan Pemprov Jabar Gagas Kerjasama Reaktivasi Jalur Kereta Api di Jawa Barat

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) mendampingi Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi saat memaparkan gagasan rencana reaktivasi dan reelektrisasi jalur kereta api di Jawa Barat pada Jumat (10/10/2025)

BANDUNG, W+62.com– Kementrian Perhubungan (Kemenhub) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) sepakat menjalin kerjasama untuk optimalisasi transportasi yang mencakup reaktivasi jalur Kereta Api (KA) di Jabar.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan MoU nota kesepahaman antara Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandar Dinata, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/10/ 2025).

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan optimalisasi penting dilakukan yang diharapkan berdampak terhadap produktivitas efisiensi waktu masyarakat secara umum.

Adapun penandatanganan nota kesepahaman itu terkait reaktivasi jalur kereta Padalarang-Cicalengka.

Menurutnya, jalur ini tidak hanya direaktivasi, tetapi juga akan dielektrifikasi, sehingga dapat mendukung pengoperasian kereta ramah lingkungan di masa depan.

“Untuk jalur Padalarang-Cicalengka adalah upaya kami melakukan elektrifikasi dengan dukungan BUMN. Untuk jalur lain, hal yang sama juga sedang diupayakan,” kata Dudy didampingi Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa KDM.

Selain jalur KA Padalarang-Cicalengka, kata dia, reaktivasi jalur akan dilakukan pada jalur lain di Jawa Barat, antara lain; Cianjur-Sukabumi-Bogor hingga ke Jakarta.

“Untuk jalur Padalarang-Cicalengka priotas untuk kami elektrifikasi ditambah juga dukungan BUMN. Untuk jalur yang lainnya akan diupayakan,” kata dia.

Dudy mengatakan, jalur tersebut memiliki panjang 42 kilometer. Dengan jarak tersebut, ketika targetnya sudah terpenuhi diharapakan waktu yang ditempuh yang biasanya 2 jam, bisa ditempuh dalam 1 jam.

“Kita targetkan bisa terealisasi tahun 2026, atau paling lambat awal 2027,” jelasnya.

Sumber Dana APBN

Sementara itu, untuk anggarannya, lanjut Dudy, tidak banyak bersumber dari APBN, BUMN, akan tetapi juga berkolaborasi dengan berbagai pihak termasuk dengan pihak swasta sehingga hasilnya lebih optimal.

“Jadi, anggaran itu nanti tidak sepenuhnya berasal dari anggaran pemerintah, tapi nanti dari pihak swasta yang akan mengeluarkan investasinya,” kata dia.

Termasuk, lanjut dia, pemerintah pun memberi keleluasaan kepada BUMN maupun swasta untuk menghitung potensi dari reaktivasi kereta tersebut.

“Mereka akan menghitung sampai sejauh mana. Ini yang kita dorong pihak BUMN maupun BUMD dan swasta untuk berpartisipasi dalam reaktivasi jalur-jalur kereta,” pungkasnya.

Selain reaktivasi jalur kereta, dalam pertemuan itu juga digagas kesepakatan untuk optimalisasi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka.

Gubernur Jabar, KDM, mengapresiasi rencana tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih karena kepada Menhub karena sudah berkunjung ke Gedung Pakuan.

“Saya ucapkan terima kasih, Pak Menhub bersedia berkunjung ke Gedung Pakuan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki komitmen untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya satu, mereaktivasi kereta api,” kata Dedi.

Selain reaktivasi jalur, sambung KDM juga memberikan usulan jika nantinya disediakan gerbong untuk mengangkut hasil pertanian dari desa dan pelosok.

“Kita juga akan ada usulan tentang pengangkutan hasil produksi pertanian melalui gerbong khusus yang disubsidi oleh Pemprov Jawa Barat,” pungkasnya.***