Berita Terkini
Tak Berkategori  

Jemaah Haji Asal Kabupaten Sumedang Tersebar di Dua Hotel Berbeda, Kakemenag Sumedang: Masih Aman Terkendali

Liputan Iwan Rahman Purnama

MEKKAH, W+62.com– Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang, Hamzah Rukmana, memastikan kondisi jemaah haji asal Sumedang masih dalam batas aman terkendali, meskipun terdapat perbedaan tempat menginap di antara para jemaah dalam satu syarikah.

Hal ini disampaikan saat mengantar 27 jemaah haji yang tergabung dalam Syarikah Kabupaten Sumedang ke sektor 1 pada Sabtu (24/5/2025).

“Dari total 445 jemaah haji asal Sumedang, terdapat 27 jemaah dalam satu syarikah atau perusahaan yang tersebar di dua hotel berbeda, yakni di Jarwal dan Sisah,” jelas Hamzah.

“Namun setelah kami melakukan survei dan koordinasi dengan pihak sektor, hal ini sudah sesuai dengan manifest dan para jemaah memahami serta siap ditempatkan sesuai ketentuan,”tambah dia.

Hamzah mengatakan, kebijakan syarikah menyebabkan penyebaran jemaah di beberapa hotel tidak hanya berlaku untuk Sumedang saja, tetapi hampir di seluruh kloter.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang, H.Hamzah Rukmana

Bahkan, ada kloter yang tersebar di tiga hingga empat hotel berbeda. “Alhamdulillah, untuk kloter Sumedang masih terbagi di dua hotel saja,” ujarnya.

Dalam menjalankan rangkaian kegiatan ibadah haji, jemaah yang berada di sektor berbeda mengikuti jadwal sesuai dengan sektor masing-masing. Ia menyontohkan, jemaah yang berada di Jarwal mengikuti kegiatan sektor 7, sedangkan 27 jemaah yang berada di sektor 1 mengikuti jadwal sektor 1.

Prinsip pelaksanaan ibadah dan manasik haji tetap mengacu pada Rencana Perjalanan Haji (RPH), sehingga walaupun berbeda sektor dan hotel, tata cara pelaksanaan ibadah tetap seragam dan sesuai dengan tanggung jawab satu syarikah.

“Uniknya, untuk Sumedang ini, satu syarikah terbagi di dua hotel, berbeda dengan kloter lain yang biasanya berbeda syarikah dan berbeda hotel,” jelasnya.

Terkait kepulangan, Hamzah menyampaikan bahwa jadwalnya masih menunggu pengumuman resmi dari pemerintah. “Harapan kami, kepulangan nanti akan kembali menyatu dengan kloter induk. Saat ini, fokus kami adalah kelancaran pelaksanaan kegiatan armuzna,” pungkasnya.***