SUMEDANG, W+62.COM– Program pemberdayaan dana Zakat Infak dan Sedekah (ZIS) yang diperoleh Baznas Kabupaten Sumedang disalurkan untuk kegiatan yang baik dan komprehensif sesuai dengan visi dan misinya. Hal itu disampaikan Ketua Baznas Kabupaten Sumedang, Ayi Subhan Hafas pada Senin (25/8/2025).
Ketua Baznas Sumedang mengatakan, disamping mendistribusikan, Baznas Kabupaten Sumedang juga melakukan penyaluran yang sifatnya pemberdayaan umat.
“Pemberdayaan hari ini, untuk bidang pendidikan sebagai ikhtiar bagaimana Baznas hadir untuk membantu mencerdaskan bangsa, dalam rangka menyambut Indonesia emas 2045,” ungkap Ketua Baznas Sumedang.
Program Beasiswa Cendikia kali ini, sambung Ayi, bekerja sama dengan Institut Teknologi Muhajirin (ITM) dengan maksud untuk membuka program pendidikan kuliah bagi siswa yang tidak mampu.
“Alhamdulillah sudah terdapat 45 orang sudah terverifikasi, dan sudah mulai proses asesment dari keluarga yang tidak mampu. Ini juga membantu program pemerintah Kabupaten Sumedang yaitu ‘satu rumah satu sarjana’ ,”ujar Ayi.
Adapun, Ketua Baznas Sumedang menambahkan, untuk jurusannya nanti dalam jurusan Bisnis Digital. Ayi menyebut alasan mengapa dipilih bisnis digital, sebab ia menginginkan programnya berdampak dan bermanfaat. Mudah-mudahan dari program ini, tercipta ekonom yang bisa menghasilkan pengusaha dan konglomerat yang dibekali ilmu bisnis digitalisasi sesuai dengan perkembangan zaman.
“Alhamdulillah untuk pembiayaan kita sharing, persemester itu kebutuhan UKT sebesar Rp 5,9 juta. Nah dari Baznas Sumedang Rp 1,5 juta per siswa. Sementara sisanya ada Rp 4,4 juta menjadi kewajiban perusahaan,”tuturnya.
Komitmen Bersama
Ia juga menyebutkan, untuk masa perkuliahan akan dimulai dalam waktu dekat. Dan ia juga meminta orang tua dan mahasiswa dalam program ini bisa berkomitmen.
“Alhamdulillah sudah akan mulai berjalan perkuliahannya di akhir September 2025, nah tadi kita kumpulkan calon mahasiswa bersama orang tuanya yang kita hadirkan mempunyai agar punya tanggung jawab,”jelasnya.
Ayi berharap, ketika memberi bantuan program ini, mereka bisa bertanggung jawab dalam menuntut ilmunya, dalam berkuliahnya tidak asal-asalan sehingga sesuai apa yang menjadi tujuannya menciptakan sarjana yang betul-betul potensial untuk menjadi seorang ekonom.
“Sumber dari dana zakat itu sendiri 90% dari ASN, tentunya kami berterima kasih Pak Bupati dengan kebijakannya menggerakkan ASN untuk berzakat, berinfak dan bersedekah,” ucapnya.
Ayi menilai, kontribusi ASN Sumedang menciptakan mahasiswa yang cerdas bisa memberikan kesempatan untuk kuliah, salah satunya yang terdiri dari uang Rp 1,5 juta itu, merupakan bagian dari kontribusi ASN melalui regulasi yang atau instruksi yang diberikan oleh pimpinan daerah kabupaten untuk menggerakkan ASN.
“Sekali lagi terima kasih, dalam program ini juga tidak akan ada pungutan lagi sepeserpun dari para mahasiswa, sampai dengan mereka di wisuda, dengan catatan mereka serius dalam melaksanakan program ini,” tegasnya.
Jadi artinya, sambung Ketua Baznas Sumedang, pihaknya mempunyai aturan main dan standarisasi. “Ketika leha-leha, tidak masuk kuliah apalagi nilainya jelek, mungkin kita akan putus program itu. Itu menjadi bagian komitmen dari program ini makanya, mudah-mudahan siswanya tahu, orang tuanya tahu, mereka menjaga ini karena kesempatan ini tidak datang begitu saja seperti sangat langka,” tuturnya.
Ketua Baznas Sumedang mengajak, untuk mengoptimalkan program ini sesuai dengan apa yang sudah direncanakan. Sehingga bisa berdampak baik buat Baznas, maupun buat masyarakat Sumedang. “Ya yang tadinya tidak punya kesempatan untuk berkuliah, sekarang bisa berkesempatan bahkan sampai dengan wisuda,” pungkasnya.***
