SUMEDANG, Wplus62.com – Fenomena pergerakan tanah ekstrem kembali melanda wilayah Jawa Barat. Kali ini, bencana tersebut meluluhlantakkan dua rumah warga di Dusun Caricangkas, Desa Karyamukti, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, pada Senin (2/2/2026).
Selain menghancurkan bangunan, peristiwa ini mengancam keselamatan empat rumah lainnya yang berada di zona bahaya.
Pemicu Utama: Hujan Deras dan Abrasi Sungai
Intensitas hujan tinggi selama beberapa hari terakhir mendorong pergerakan struktur tanah hingga mengakibatkan longsor, sehingga tanah kehilangan kestabilannya dan longsor menyasar pemukiman warga.
“Pergerakan tanah ini terjadi saat wilayah Sumedang diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi,” lapor tim jurnalis di lapangan.
Kronologi Kejadian: Terdengar Suara Patahan
Pemilik rumah, Nunu Nugraha, menceritakan detik-detik mencekam sebelum kediamannya hancur. Ia mengaku mendengar suara patahan dari bagian atap rumah sekira pukul 02.00 WIB dini hari, saat penghuni rumah sedang terlelap.
“Sekitar jam 2 pagi sudah terdengar suara ‘reng-reng’ (patahan plafon/atap). Kejadian ambruknya sendiri setelah shalat subuh, sekitar jam setengah enam pagi,” ujar Nunu.
Akibat bencana ini, bagian dapur, kamar mandi, hingga perabotan rumah tangga Nunu rusak berat terbawa material longsor. Total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp60 juta hingga Rp70 juta.
Status Waspada: 4 Rumah Terancam
Hingga Selasa (3/2/2026), situasi di lokasi kejadian masih sangat dinamis. Empat rumah lainnya kini berada dalam status terancam karena letaknya yang hanya berjarak sekitar 20 meter dari bibir aliran Sungai Cipeles yang terus mengikis bantaran sungai.
Warga setempat kini meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan kembali turun. Sebagian besar warga yang terdampak, termasuk keluarga Nunu, terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat demi menghindari potensi pergerakan tanah susulan.***
