Berita Terkini
Tak Berkategori  

Hujan Deras di Sumedang, Batu Raksasa Hantam Rumah Warga di Panjunan Sumedang

SUMEDANG, W+62.com– Batu Raksasa berdiameter sekira 3 meter menghantam rumah milik Dedi, warga Lingkungan Panjunan RT. 04, RW. 04, Kelurahan Kotakulon, Kecamatan Sumedang Selatan, Sumedang pada Jumat 29 November 2024.

Batu besar tersebut berasal dari lereng Gunung Tahura yang berada di dekat rumahnya, dan menyebabkan bagian dinding dapur rumah itu rusak berat.

Saat dimintai keterangan, korban Dedi, pemilik rumah itu mengungkapkan, saat kejadian, ia baru pulang kerja dan hujan mulai reda.

“Saat mau masuk kamar, terdengar suara gemuruh keras dari arah atas. Saya langsung lari ke dapur, dan istri saya yang berada di kamar depan segera saya suruh keluar. Beruntung, kami semua selamat,” ungkap Dedi.

Saat itu, dalam rumah terdapat dua orang lainnya yang sedang bermain. Meskipun tidak ada korban jiwa, kerusakan material cukup besar.

“Bagian dapur hancur, termasuk peralatan masak, lemari, kasur, dan beberapa barang elektronik lainnya,” tambah Dedi.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Kotakulon, Aiptu Yadi Rokhaedi, menjelaskan bahwa kejadian ini terjadi sekitar pukul 17.14 WIB akibat hujan deras, diduga hal itulah yang memicu longsor di lereng Gunung Tahura.

Dedi, warga Panjunan Kotakulon, Sumedang saat menunjukkan bagian rumah yang tertimpa batu raksasa

“Batu besar itu menimpa bagian dapur rumah Pak Dedi. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Kerugian hanya berupa kerusakan alat dapur, pakaian, elektronik, dan perabot lainnya,” ujar Yadi.

Untuk sementara, lanjut Aiptu Yadi, Dedi dan keluarganya telah diungsikan ke rumah kerabat terdekat. Aiptu Yadi juga mengimbau warga yang tinggal di sekitar lereng agar selalu waspada saat hujan deras.

“Jika curah hujan tinggi, kami sarankan untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman demi menghindari risiko longsor,” tambahnya.

Sementara itu, di tempat kejadian hadir Bhabinkamtibmas Kotakulon, Babinsa, BPBD serta warga sekitar lokasi yang menyaksikan musibah tersebut.

Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan mitigasi bencana, khususnya bagi warga yang tinggal di wilayah rawan longsor seperti di lereng gunung. Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah antisipasi untuk mengurangi risiko bencana di masa depan.***