Berita Terkini

Berkat Selebrasi UMAR, Direktur RSUD Umar Wirahadikusumah Sumedang Raih Predikat Terbaik Pertama

Direktur RSUD Umar Wirahadikusumah Sumedang, dr. Enceng (kanan) mendapatkan predikat terbaik lewat Selebrasi Umar dalam Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan VI Tahun 2025 di Jatinangor, Sumedang (29/8/2025)

SUMEDANG, W+62.COM– Berkat proyek perubahan ‘Selebrasi UMAR’, Direktur RSUD Umar Wirahadikusumah, dr. Enceng meraih predikat terbaik pertama dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan VI Tahun 2025, di Pusdikjar LAN Jatinangor pada Jumat (29/8/2025)

dr. Enceng menuturkan, latar belakang lahirnya proyek perubahan ini bermula dari keprihatinan terhadap mutu pelayanan dan tingkat kepuasan masyarakat yang belum optimal.

Karena itu Direktur RSUD Umar Wirahadikusumah Sumedang berpendapat, rumah sakit membutuhkan sebuah gerakan yang tidak hanya bersifat administratif, tapi mampu menyentuh hati dan pola pikir seluruh insan kesehatan.

“Dari situlah lahir gagasan Selebrasi Umar, sebuah gerakan literasi yang dimaknai tidak sekadar membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, berinovasi, dan mencari solusi atas tantangan pelayanan kesehatan,”ungkapnya.

Dalam implementasinya, sambung dr. Enceng, Selebrasi Umar melahirkan 16 kegiatan inovatif. Mulai dari pembentukan Tim Efektif dan perubahan mindset pegawai, animasi 3D karakter Umar, hingga program 1 Buku 1 Karyawan, dongeng anak thalasemi, dashboard mutu di Mini Command Center, pelatihan literasi digital, hingga Dinding Bicara sebagai ruang ekspresi terbuka.

“Kegiatan itu tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi jalan untuk menumbuhkan kebersamaan dan rasa memiliki di kalangan pegawai, pasien, hingga keluarga pasien,” katanya.

Literasi Sebagai Tambahan

Menurut dr. Enceng, literasi di sini adalah jembatan komunikasi, dan dari situ lahirlah inovasi dan pelayanan yang lebih ramah, sekaligus memperkuat keselamatan pasien.

“Perubahan pun mulai terasa, Indeks Kepuasan Masyarakat meningkat, waktu tunggu pasien berkurang, dan citra rumah sakit tampil lebih bersahabat,” terangnya.

Pegawai yang awalnya melihat literasi sebagai tambahan, tambah dia, kini menyadari bahwa budaya baca, diskusi, dan berbagi pengetahuan adalah kunci peningkatan mutu.

“Lebih dari itu, Selebrasi Umar membuka ruang partisipasi publik. pasien, keluarga, hingga komunitas, ikut terlibat dalam menghidupkan pojok literasi, perpustakaan keliling, hingga kegiatan seni dan edukasi,”jelasnya.

Bagi RSUD Umar Wirahadikusumah, keberhasilan ini bukanlah akhir. Justeru ini menjadi pijakan awal menuju transformasi lebih luas: menjadi Rumah Sakit Literasi pertama di Indonesia.

“Harapannya, enam bulan ke depan budaya literasi ini benar-benar tumbuh, dan dalam satu tahun ke depan RSUD Umar Wirahadikusumah bisa menjadi rumah sakit literasi pertama di Indonesia,” pungkasnya.***

Exit mobile version