SUMEDANG, Wplus62.com – LPKMA Kabupaten Sumedang terus bergerak cepat mencetak wirausahawan baru melalui Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Platinum. Sebagai langkah konkret, lembaga ini menggelar pelatihan keamanan pangan bagi para peserta di Aula LPKMA Sumedang pada Senin (29/6/2026).
Pimpinan LPKMA Kabupaten Sumedang, Hj. Eti Rusmiati, menjelaskan bahwa program PKW Platinum ini berlangsung maraton selama 350 Jam Pelajaran (JPL). Total durasi tersebut mencakup 48 JPL materi soft skills dan 302 JPL praktik langsung.
“Hari ini peserta mendalami materi tentang penjamah makanan. Ini menjadi bekal krusial mendampingi keterampilan pastry, bakery, dan street food yang sudah mereka kuasai sebelumnya. Kami menuntut mereka tidak hanya mahir membuat produk, tetapi juga wajib memahami aspek keamanan pangan,” tegas Eti.
Fasilitasi Legalitas Usaha: Dari PIRT hingga Sertifikasi Halal
Lebih lanjut, Eti mengungkapkan bahwa LPKMA tidak hanya berhenti pada pelatihan teknis. Pihaknya juga siap mendampingi peserta untuk mengurus Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga sertifikasi halal.
Untuk menyukseskan program ini, LPKMA membangun kolaborasi lintas instansi:
- Materi Penjamah Makanan & PIRT: Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang.
- Pengurusan NIB: Menggandeng DPMPTSP Sumedang.
- Sertifikasi Halal: Melibatkan pendamping profesional dari sektor UMKM.
Oleh karena itu, setelah menuntaskan seluruh proses 350 JPL, peserta akan langsung menerima stimulus modal kerja berupa alat dan bahan usaha, lengkap dengan legalitasnya.
“Kami membekali mereka dengan peralatan, bahan baku, legalitas, hingga pendampingan bisnis. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk menunda buka usaha. Kami ingin membuktikan bahwa PKW Platinum merupakan program nyata yang mencetak wirausahawan baru yang mandiri,” imbuh Eti optimis.
Dinkes Sumedang Pastikan Standar Higienis Produk Kuliner
Pada kesempatan yang sama, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Sumedang, drg. Hana Zaitunah, menyatakan bahwa pihaknya menerjunkan tim khusus untuk memberikan Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji bagi Penjamah Pangan.
Menurut Hana, pelatihan ini bertujuan mendongkrak pengetahuan peserta mengenai cara pengolahan makanan yang aman dan higienis. Dengan begitu, produk kuliner yang beredar di masyarakat terjamin kelayakannya.
“Kami membekali peserta dengan materi esensial. Mulai dari kebijakan keamanan pangan, deteksi potensi cemaran, pentingnya kebersihan diri (personal hygiene), sanitasi lingkungan dan peralatan, hingga teknik pengolahan yang aman,” urai Hana.
Selanjutnya, Hana menambahkan bahwa seluruh peserta wajib mengikuti evaluasi ketat, mulai dari pre-test hingga post-test. Hanya peserta yang lulus dengan nilai sesuai standar yang berhak mendapatkan Sertifikat Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji.
Pada akhir sesi, Hana berharap para calon pengusaha ini tidak sekadar menghafal teori, melainkan langsung menerapkannya di dapur produksi mereka masing-masing.
“Implementasi materi ini sangat penting agar produk pangan hasil karya alumni PKW Platinum memenuhi standar kesehatan, bermutu tinggi, dan memberikan rasa aman yang optimal bagi konsumen,” pungkasnya.***
