SUMEDANG, W+62.com- Ratusan orang kembali ikuti rekrutmen karyawan (sebutan anggota) Aplikasi Dream Book City (DBC) Culture Media.inc di RM. Ciloa Indah, Desa Gudang Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang Jawa Barat pada Minggu (16/2/2025)
Setidaknya 140 orang mengikuti rekrutmen dan pencerahan dari Tim DBC Sumedang yang dimotori oleh Ujang Sulaeman, yang juga Kepala Desa Pamulihan Sumedang.
Peserta yang menjadi itu pun dari berbagai tempat di Kecamatan Tanjungsari, Pamulihan, Rancakalong bahkan ada pula dari Kabupaten Subang, yang tertarik dengan bisnis di aplikasi DBC ini.
Mengawali pertemuan itu, motivator program aplikasi DBC dari Bandung, Nanang menyampaikan pengalamannya saat pertama kali mengajak Ujang Sulaeman.
“Pertama kali menyampaikan kabar ini, Kades Ujang tidak langsung respon ajakan saya. Tapi hal itu merupakan hal yang wajar,” katanya.
Nanang memaparkan bahwa aplikasi DBC itu bisa menghasilkan uang hingga jutaan rupiah perhari hanya dari membaca artikel. Konsep bisnis DBC meskipun mirip Multi Level Marketing (MLM) namun tidak sama.
Dikatakan Nanang keraguan pasti ada, pasalnya aplikasi DBC ini belum familiar. Padahal DBC yang berkantor pusat di Amerika Serikat itu, tahun ini genap berusia 4 tahun.
“Alhamdulillah, pada bulan November 2024 lalu, Kades Ujang memutuskan untuk masuk menjadi salah satu karyawan DBC dan sekarang menjadi orang dengan penghasilan yang luar biasa,” tuturnya.
Sempat Ragu-ragu
Sementara itu, Ujang Sulaeman yang juga Kades Pamulihan menyampaikan pengalamannya kepada seluruh calon karyawan DBC yang baru. Ia menceritakan perjalan pertama kali bergabung dan berhasil mengembangkan aplikasi ini menjadi penghasilan tambahan.
“Apa yang disampaikan oleh Pak Nanang memang seperti itu. Saya dengan beberapa karyawan DBC yang baru awalnya tak percaya dan takut jika aplikasi ini seperti yang lainnya hanya “gebrag tumila” dan scam,” papar Ujang.
Namun dengan memberanikan diri, ia coba mulai mengikuti ajakan Nanang untuk bergabung dengan DBC. “Modal saja gabung level D3 uangnya dapat pinjam dari saudara yang janji dikembalikan selama 1 bulan,” katanya.
Dituturkan Ujang, hal itu dilakukan dengan perhitungan akan mengembalikannya dari penghasilan DBC selama satu bulan.
Ternyata, sambung Ujang, setelah mendaftar aplikasi DBC banyak memberikan tambahan penghasilan. Sehingga tak sampai satu bulan saya bisa membayar hutangnya kepada saudara dalam waktu lima hari.
“Saya terus mencari tahu sumber pendapatan dari aplikasi DBC ini dan terus berkonsultasi dengan rekan di DBC. Alhamdulillah sampai saat ini saya bisa menghasilkan uang dari DBC lebih dari Rp 100 juta,” katanya.
Terbukti Membayar Hingga Ratusan Juta Rupiah
Kades Pamulihan itu juga mengaku saat ini sudah mendaftarkan istri, ibunya, adiknya, serta anak dan beberapa warga desanya yang mengikuti jejaknya mendapatkan penghasilan dari DBC.
Usai melakukan presentasi dan testimoni, Kades Pamulihan Ujang Sulaeman menunjukkan kepada peserta beberapa orang yang sudah mendapatkan manfaat dari menjadi karyawan DBC, diantaranya ada yang telah mendapatkan sebanyak Rp 56 juta selama 2 bulan keanggotaan.
“Tapi saya menganjurkan kepada calon karyawan baru untuk tetap menggunakan prinsip kehati-hatian dan mengikuti arahan dari yang senior, agar tidak mendapati masalah dan kesulitan,” tegasnya.
Dalam kegiatan itu, tampak beberapa calon karyawan baru DBC memburu Ujang Sulaeman untuk berkonsultasi langsung seputar menjadi karyawan baru DBC.
“Sangat tingginya animo masyarakat untuk datang ke acara ini dan ingin menjadi bagian dari karyawan DBC, itu karena aplikasi DBC ini telah terbukti membayar,” ungkap Ujang, usai acara.
Dan saat ini, tambah Ujang, bukan main-main, dari warga Desa Pamulihan saja sudah bergabung sebanyak 350 orang dengan level keanggotaan yang beragam.
“Saya yakin dari program ini setidaknya menjadi alternatif program bagi kami khususnya di pemerintah desa, untuk mengurangi angka kemiskinan dan angka pengangguran,” pungkasnya.***
