SUMEDANG, W+62.com– Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila meresmikan dapur mandiri Badan Gizi Nasional SPPG Dapur Dilla Duth, di Dusun Cileutik, Desa Gunungmanik, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, pada Senin (28/4/2025).
Pelaksanaan Grand Launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunungmanik dengan tema “Menuju Generasi Emas yang Sehat dan Cerdas” itu dihadiri pula Dandim 0610 Sumedang, Letkol Kav Christian Gordon Rambu, anggota DPRD Kabupaten Sumedang, Rita Oktaviani, Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Yudi Purwana serta Forkopimcam Tanjungsari dan Kepala Desa Gunungmanik.
Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SPPG Gunungmanik, perwakilan Yayasan Persera oleh Ibu Dilla, Wakil Bupati Sumedang, dan Dandim Sumedang. Launching dilakukan secara simbolis, dilanjutkan dengan Kitchen Tour, Ramah Tamah, Tour School, dan diakhiri dengan penutupan.
Program ini diselenggarakan untuk mendukung kebijakan unggulan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto terkait pemberian makan siang bergizi kepada anak-anak sekolah.
Dapur Dilla Duth yang berada di bawah naungan Yayasan Perjuangan Kesejahteraan Rakyat (PERSERA) dengan pimpinan Iky Tri Prasetya, menjadi pusat kegiatan MBG di wilayah Kecamatan Tanjungsari, dengan Penanggung jawab kegiatan adalah Hermanto Hasugian.
Asta Cita Presiden Prabowo
Dalam sambutannya, Wabup Sumedang M.Fajar Aldila mengungkapkan harapannya agar pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumedang berjalan dengan lancar.
“Dengan adanya dapur mandiri SPPG Gunungmanik untuk berlangsungnya program MBG di Kecamatan Tanjungsari ini, diharapkan dapat memenuhi program Asta Cita Presiden Prabowo,”ungkapnya.
Dikatakan Wabup Fajar dengan telah beroperasi Dapur Mandiri Badan Gizi Nasional di Desa Gunungmanik ini, diharapkan dapat merealisasikan program MBG ini dengan cepat dan menjangkau luas.
“Sementara ini baru ada 10 dapur se-kabupaten Sumedang yang beroperasi digunakan untuk program MBG, oleh karena itu belum bisa menyebar secara merata,” katanya.
Wabup Fajar juga menyebutkan, Dapur SPPG di Gunungmanik ini sudah memenuhi standar. Namun yang paling penting lagi adalah bagaimana UMKM yang ada disekitarnya dapat dihidupkan, khususnya dalam hal penyediaan bahan-bahan yang digunakan dalam program MBG ini.
“Tadi diingatkan pula kepada Kepala SPPG disini akan pentingnya memperhatikan karyawan yang bekerja, mengingat mereka bekerja ekstra,” ungkapnya.
Adapun, tambah Wabup Fajar, cakupan saat ini baru sebanyak 2.982 dan InshaAllah akan dimungkinkan bertambah. Semoga saja, akhir tahun ini pelaksanaan MBG di Sumedang dapat terealisasi secara merata.***
