Berita Terkini

Bupati Sumedang Berharap Trend Positif Pendapatan Pengrajin Gelasan Terus Meningkat

"Alhamdulillah telah menembus pasar nasional"

SUMEDANG, W+62.com– Kunjungan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir ke sentra pengrajin gelasan Desa Kutamandiri, Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang menyita perhatian para pengrajin gelasan pada Kamis siang (31/7/2025).

Bupati Sumedang yang disambut Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian, Agus Kori Hidayat, Camat Tanjungsari, Deni Nurdani Supandi serta Kepala Desa Kutamandiri, Agustina serta stakeholder yang terlibat lainnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Sumedang berdialog langsung dengan pengrajin gelasan Desa Kutamandiri dan menyampaikan pesan dan harapannya untuk pengrajin dan pegawai gelasan.

Kampung Gelasan di Desa Kutamandiri, Kecamatan Tanjungsari ini menjadi pusat produksi benang gelasan yang kini sedang dalam trend positif. Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, mengapresiasi perkembangan sektor kerajinan ini saat berkunjung ke lokasi.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir saat berkunjung ke Kampung gelasan Desa Kutamandiri Kecamatan Tanjungsari Sumedang pada Kamis (31/7/2025)

“Ada 76 pengrajin yang aktif di sini dan mereka terus berkembang. Alhamdulillah, saat ini kebutuhan pertalite sebagai bahan bakar sudah difasilitasi oleh Pemda dengan rekomendasi ke Pertamina. Ini sangat membantu produktivitas mereka,” kata Bupati Dony.

Menembus Pasar Nasional 

Dalam kunjungannya, Bupati tidak hanya menyoroti sisi ekonomi. Namun Ia juga memuji kepedulian sosial para pengrajin yang memasang imbauan keselamatan agar masyarakat tidak bermain layangan di dekat jaringan listrik atau jalan raya.

Selain itu, Bupati Dony menyambut positif pembentukan asosiasi pengrajin yang mempermudah koordinasi, pertukaran informasi, hingga pemasaran produk.

Gelasan buatan warga Kutamandiri bahkan sudah menembus pasar luar daerah, dari Sumatera hingga Sulawesi. Bupati Dony menyebutkan jika saat ini sedang musim layangan, otomatis kebutuhan benang gelasan menjadi salah satu yang dibutuhkan.

“Ini sangat potensial. Lebih dari 500 warga terlibat langsung dalam proses produksi. Tentu ini menjadi motor penggerak ekonomi yang harus terus difasilitasi,” ujarnya.

Begitu juga dalam mengatasi kendala modal, Bupati Dony langsung menginstruksikan agar para pengrajin, untuk mengakses Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) melalui Bank Sumedang. Ia menjanjikan pihak bank akan turun langsung ke lapangan untuk sosialisasi.

Naiknya Permintaan Gelasan

Ketua Asosiasi Pengrajin Gelasan Kutamandiri, Nandang Suryana, menyebut trend permintaan produk gelasan meningkat tajam, terutama sejak anak-anak kembali aktif bermain di luar rumah.

Alhamdulillah, sekarang cuaca mendukung dan permintaan naik tajam. Pengiriman sudah ke berbagai daerah di Indonesia. Harapannya ke depan, saat musim hujan pun produksi bisa tetap jalan, terutama dengan dukungan modal dari Bank Sumedang,” ujar Nandang.

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah dan warga, Kampung Gelasan kini menjelma sebagai salah satu sentra ekonomi kreatif di Sumedang yang tak hanya produktif, tapi juga peduli terhadap keselamatan dan keberlanjutan usaha.***