SUMEDANG, Wplus62.com – Pemerintah Kabupaten Sumedang menegaskan komitmennya dalam menjaga keindahan pusat kota melalui aksi bersih-bersih di kawasan Alun-alun Sumedang dan Masjid Agung. Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesadaran kolektif seluruh lapisan masyarakat.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir menekankan, pemerintah daerah tidak akan mampu bekerja maksimal tanpa dukungan penuh dari warga. Ia mengajak semua pihak untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas publik yang menjadi ikon kebanggaan kota pada Rabu (18/2/2026).
“Kita harus sadar menjaga kebersihan Alun-alun Sumedang. Pemerintah tidak bisa bergerak sendiri tanpa adanya kesadaran dari warga,” tegasnya saat memimpin langsung di lapangan.
PKL Wajib Jaga Kebersihan
Secara khusus, Bupati Dony menyoroti peran para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggantungkan hidup di sekitar kawasan tersebut. Ia meminta para pedagang untuk tidak hanya berjualan, tetapi juga memikul tanggung jawab menjaga kebersihan dan ketertiban.
“PKL yang berjualan harus ikut menjaga kebersihan fasilitas publik. Jangan sampai kegiatan usaha justru mengotori wajah kota kita,” tambahnya.
Langkah Nyata Satpol PP dan Damkar
Untuk memastikan kebijakan ini berjalan, Pemerintah Kabupaten telah menerjunkan personel Satpol PP guna memantau ketertiban di area Alun-alun. Selain itu, armada Pemadam Kebakaran (Damkar) juga dikerahkan untuk melakukan penyemprotan dan pembersihan area trotoar serta jalan agar kembali bersih dan nyaman dipandang.
Tujuan utama dari aksi ini adalah menciptakan ruang publik yang aman dan nyaman bagi seluruh pengunjung. Bupati Dony mengajak masyarakat untuk menjaga Alun-alun dan Masjid Agung agar tetap bersih, indah, dan nyaman.
“Mari kita jaga bersama sehingga semua merasa nyaman saat berkunjung ke Alun-alun Sumedang,” pungkasnya.***
