SUMEDANG, W+62.com- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang melakukan pantauan di lokasi rawan longsor di Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung Sumedang pada Sabtu, 7 Desember 2024.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sumedang, Atang Sutarno, menerangkan, BPBD telah memasang 11 alat peringatan dini atau Early Warning System (EWS) di lokasi rawan longsor.
“Pemasangan alat EWS ini dilakukan BPBD Sumedang bekerja sama dengan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional),” ujarnya.
Atang menjelaskan, alat EWS yang dipasang di beberapa titik lokasi rawan longsor ini, bekerja dengan mendeteksi keretakan tanah untuk menilai potensi pergerakan tanah.
“Jika potensi bahaya terdeteksi, otomatis alat ini akan mengirimkan sinyal dan membunyikan sirine sebagai peringatan dini,” jelas Atang.
Selain sirine, lanjut Atang, sinyal peringatan juga dapat dikirim langsung ke ponsel warga untuk memberikan notifikasi yang lebih cepat dan efektif.
Kalak BPBD Sumedang itu menyebut, secara keseluruhan, Kabupaten Sumedang telah memasang 27 alat EWS yang tersebar di wilayah rawan longsor.
“Antara lain Cadas Pangeran, Sumedang Selatan, Citengah, Cimalaka, sekitar Tol Cisumdawu, dan Kecamatan Jatigede.
Jumlah total alat yang direncanakan mencapai 40 unit, namun saat ini baru 27 unit yang terpasang,” tuturnya.
Atang juga mengaku, dalam pemasangan alat ini melibatkan lembaga yang berkompeten, seperti Badan Geologi, BRIN, Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Selain itu, BMKG juga telah memasang alat deteksi gempa dan memantau ketinggian air di 12 titik sungai strategis, termasuk Sungai Cikeruh, Sungai Citengah, dan sepanjang Sungai Cimanuk,” tandasnya.***
