SUMEDANG, Wplus62.com -– Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa Jawa Barat tidak boleh berpuas diri dengan pertumbuhan ekonomi saat ini. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri Forum Ekonomi Regional Jawa Barat di Aula Tampomas, Pusat Pemerintahan Sumedang, Selasa (23/6/2026).
Meski pertumbuhan ekonomi Triwulan I tahun 2026 Jabar sukses menembus angka 5,79%—berada di atas rata-rata nasional sebesar 5,61%—Herman menilai capaian tersebut belum masuk kategori istimewa.
“Progres Jawa Barat relatif baik tapi belum istimewa. Kalau baik itu nilainya 8, tapi kalau istimewa nilainya 10, atau minimal 9. Pak Gubernur mengharapkan pertumbuhan ekonomi Jabar harus istimewa, dan itu berat,” ujar Herman di hadapan para peserta forum.
Untuk itu, Herman menargetkan pertumbuhan ekonomi Jabar mampu melewati angka 6% pada tahun ini, dan melonjak hingga minimal 8% pada tahun 2029 mendatang. Target ambisius ini ia akui sebagai sebuah mission impossible, namun di sinilah tugas seorang pemimpin diuji untuk mewujudkan hal yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Dua Senjata Utama: Kolaborasi Budaya dan Transformasi Digital
Guna merealisasikan target tersebut, Sekda Jabar mendorong lahirnya rekomendasi yang konkret dan berdampak besar dari para panelis forum. Ia juga membeberkan dua formula utama yang akan menyempurnakan ekosistem ekonomi Jawa Barat, yaitu Budaya dan Digital.
1. Membumikan Ekonomi Lewat Nilai Budaya
Herman menjelaskan bahwa nilai-nilai budaya lokal merupakan jaminan bagi keberlanjutan lingkungan (sustainability). Ia mengutip filosofi Sunda kuno, “Tri Tangtu di Buana” serta prinsip “Leuweung di kaian, gawir di awian, lebak di sawahan, legok di balongan, darat di kebonan” sebagai bukti betapa leluhur Jabar sangat menghormati keseimbangan alam.
“Kita sempurnakan ekonomi kita dengan budaya agar membumi. Budaya itu memperhatikan lingkungan. Ini ilmu dari leluhur Jabar dan itu top banget. Tidak usah diatur pasal demi pasal, tapi dipraktikkan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
2. Akselerasi Ekonomi Melalui Digital Speed
Di era modern, pertumbuhan ekonomi tidak lagi hanya bertumpu pada skala ekonomi (economic scale), melainkan pada kecepatan ekonomi (economic speed). Herman menegaskan bahwa digitalisasi adalah satu-satunya alat (tools) untuk melipatgandakan kecepatan tersebut.
“Siapa yang paling gancang (cepat) memutarkan uang, dia yang akan paling untung, bukan yang paling besar modalnya. Biar gancang, tools-nya adalah digital. Yang tadinya satu minggu bisa menjadi satu menit,” kata Herman.
Apresiasi untuk Sumedang sebagai Pionir Digital
Dalam kesempatan tersebut, Herman memberikan apresiasi khusus kepada Kabupaten Sumedang. Sumedang menjadi satu-satunya kabupaten yang dinilai sukses melahirkan regulasi progresif berupa Peraturan Daerah (Perda) Transformasi Digital.
Potensi pasar digital di Jabar pun sangat masif. Berdasarkan data, aksesibilitas internet di Jabar kini telah menembus angka 90%, dengan 80% di antaranya aktif terkoneksi dengan media sosial.
“Infrastruktur digital sudah tersedia, tinggal kita edukasi dan tingkatkan kapasitasnya. Saya kira ini akan sangat dahsyat untuk melompatkan ekonomi kita. Ekonomi Jabar insyaallah bertumbuh, namun di sisi lain keberlanjutannya tetap terjamin,” pungkas Herman optimistis.***













