SUMEDANG, Wplus62.com – Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, bergerak cepat memacu penguatan ekonomi desa. Ia menginstruksikan seluruh pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di wilayahnya untuk segera bertransformasi dan berkolaborasi. Langkah strategis ini mengemuka saat dirinya memberikan pengarahan dalam Forum BUMDes DPW Jawa Barat di Pendopo Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Sabtu (13/6/2026).
Mengusung tema “Pendampingan dan Pengembangan Ekonomi Desa Berbasis BUMDes Melalui BUMDes-Hub, Desa Digital dan Desa Ekspor”, acara tersebut turut menghadirkan Kapolres Sumedang, perwakilan Kodim 0610 Sumedang, Sekjen Forum BUMDes Nasional Christian Kent, Kepala DPMD Sumedang Widodo, serta jajaran APDESI.
Inovasi Digital Jadi Kunci Utama
Dalam arahannya, Bupati Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa BUMDes wajib berfungsi sebagai motor penggerak ekonomi warga. Oleh karena itu, pengelola BUMDes harus melahirkan inovasi nyata agar mampu menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat kemandirian desa.
“Kita harus mengembangkan ekonomi desa melalui inovasi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi digital. Langkah ini penting agar BUMDes Sumedang memiliki daya saing tinggi dan berkembang secara berkelanjutan,” ujar Dony optimis.
Tiga Fokus Transformasi BUMDes Nasional
Selaras dengan visi tersebut, Sekretaris Jenderal Forum BUMDes Nasional, Christian Kent, memaparkan tiga fokus utama yang sedang bergulir saat ini:
- Pengolahan Limbah Bernilai Ekonomis: BUMDes harus mampu mengubah sampah atau limbah menjadi produk bernilai jual demi mendongkrak pendapatan masyarakat sekaligus menjaga lingkungan.
- Penciptaan Lapangan Kerja: Setiap unit usaha baru wajib memberikan dampak sosial-ekonomi yang luas bagi warga sekitar.
- Digitalisasi Tata Kelola Keuangan: Forum BUMDes Nasional kini meluncurkan aplikasi pelaporan keuangan digital untuk menggantikan sistem manual yang dinilai kurang efisien.
“Sistem digital ini akan memudahkan pengelolaan usaha, menjamin transparansi, dan meningkatkan kapasitas pengurus dalam mengembangkan bisnis,” kata Christian. Ia juga menambahkan bahwa kesuksesan agenda ini menuntut sinergi lintas sektoral, mulai dari pemerintah pusat hingga ke tingkat desa.
Geliat Ekspor dan Sektor Unggulan Desa
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumedang, Widodo, menyebut momentum ini sebagai titik kebangkitan ekonomi desa. Saat ini, beberapa BUMDes di Sumedang bahkan telah berhasil menembus pasar ekspor dan sukses mengembangkan komoditas pertanian unggulan seperti porang.
Selanjutnya, DPMD akan fokus mengoptimalkan lahan desa yang menganggur untuk sektor produktif serta menggenjot potensi wisata desa. Widodo mencontohkan BUMDes Mekarjaya yang sukses memadukan sektor wisata dan pertanian berkat kemitraan yang solid.
Lebih lanjut, ia mengklarifikasi isu persaingan usaha di tingkat lokal. Widodo menegaskan bahwa kehadiran Koperasi Desa Merah Putih bukan merupakan pesaing, melainkan mitra strategis BUMDes.

APDESI Siap Kawal Kemandirian Desa
Dukungan penuh juga mengalir dari Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Sumedang. Mewakili ketua APDESI, Nana Suarsana menyatakan kesiapan jajarannya untuk mengawal program Desa Digital dan Desa Ekspor ini.
“Sinergi antara pemerintah desa, BUMDes, dan pemangku kepentingan adalah kunci utama. Melalui wadah BUMDes-Hub ini, kita optimis dapat mewujudkan desa yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera,” tutup Nana.
Melalui konsolidasi akbar ini, para pengelola BUMDes Sumedang diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk menggerakkan roda ekonomi dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) secara berkelanjutan.***













