SUMEDANG, Wplus62.com – Menyambut Hari Jadi Sumedang (HJS) ke-448, Pemerintah Kabupaten Sumedang menggelar aksi sosial skala besar bertajuk Gebyar Sembako Duafa dan Gerakan Pangan Murah Serempak. Berlokasi di Halaman Kantor Kecamatan Tanjungsari pada Selasa (21/4/2026), kegiatan ini menyasar ribuan warga di enam kecamatan untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kesejahteraan
Sekretaris Daerah Sumedang, Tuti Ruswati, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menjaga stabilitas harga bahan pokok melalui Gerakan Pasar Murah (GPM).
Menariknya, warga dapat menebus kebutuhan pangan dengan harga yang jauh lebih miring, bahkan hingga setengah dari harga pasar normal.
“Ini merupakan langkah strategis untuk meringankan beban masyarakat. Kami berkolaborasi dengan PMI, Baznas, hingga sektor perbankan untuk meningkatkan kesejahteraan warga Sumedang,” ujar Tuti Ruswati.
Distribusi Bantuan di Enam Kecamatan
Pemkab Sumedang memusatkan pelaksanaan kegiatan Wilayah I ini di Tanjungsari, yang mencakup area; Tanjungsari, Sukasari, Jatinangor, Pamulihan, Cimanggung dan Rancakalong.
Camat Tanjungsari, Agus Beni Triadi, merinci bahwa pihaknya menyalurkan sebanyak 239 paket sembako bagi masyarakat duafa yang tersebar di wilayah tersebut. Selain itu, program Nyaah ka Indung juga turut memberikan bantuan sembako kepada delapan penerima manfaat.
Perbaikan Hunian dan Layanan Kesehatan
Tak hanya fokus pada urusan pangan, pemerintah juga menyentuh aspek hunian dan kesehatan, di antaranya:
- Bantuan Rutilahu: PMI Kabupaten Sumedang menyerahkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni bagi warga Desa Pasigaran.
- BSPS Kementerian PUPR: Sebanyak 26 penerima di Desa Margajaya dan Jatisari mendapatkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya.
- Alat Bantu Dengar: Dinas Sosial menyalurkan bantuan kesehatan bagi warga Desa Margaluyu.
- Layanan Terintegrasi: Tersedia juga layanan pembuatan NIB untuk pelaku usaha dan layanan Adminduk di lokasi acara.
Momentum Gotong Royong
Sebagai penutup, Tuti Ruswati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai HJS ke-448 sebagai ajang penguatan solidaritas sosial. Antusiasme warga yang tinggi terhadap pasar murah ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah untuk terus menghadirkan program yang berdampak langsung pada masyarakat bawah.***
