SUMEDANG, Wplus62.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah Tanjungsari bergerak cepat mengedukasi masyarakat terkait program unggulan nasional. SPPG menggelar sosialisasi intensif program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Margajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Sabtu (11/4/2026).
Acara yang menghadirkan 60 orang tua siswa dan Komite Sekolah ini bertujuan mengupas tuntas mekanisme pelaksanaan MBG di lapangan, sekaligus membedah Surat Edaran terbaru dari Badan Gizi Nasional.
Transparansi Harga Menjadi Sorotan
Koordinator SPPG Kecamatan Tanjungsari, Arif Rusmana, menegaskan bahwa pemahaman orang tua merupakan kunci keberhasilan program ini. Pihaknya sengaja membuka ruang diskusi agar masyarakat tidak lagi meraba-raba aturan teknis yang berlaku.
“Kami ingin orang tua siswa memahami sepenuhnya program MBG. Kami membedah hal-hal umum yang selama ini memicu tanda tanya, termasuk ketetapan harga per paket makanan sesuai regulasi pemerintah,” ujar Arif.
Dalam sesi tanya jawab, para peserta melontarkan pertanyaan kritis mengenai anggaran. Orang tua siswa menuntut kepastian nilai riil per porsi makanan untuk anak-anak mereka.
- Dilema Harga: Orang tua mempertanyakan apakah nilai per porsi berada di angka Rp15.000 atau Rp13.000.
- Komposisi Biaya: Peserta ingin memastikan apakah angka tersebut merupakan harga bersih (untuk bahan baku) atau harga kotor yang sudah mencakup biaya operasional.
Membangun Kepercayaan Publik
Arif menambahkan, langkah edukasi ini sangat krusial untuk membangun public trust (kepercayaan masyarakat) terhadap SPPG sebagai garda terdepan pemenuhan gizi di wilayah Tanjungsari. Tanpa transparansi, program sebesar ini berisiko diterpa isu miring.
“Alhamdulillah, respon masyarakat sangat positif. Kami berkomitmen menjaga amanah ini demi meningkatkan kualitas gizi anak-anak di Tanjungsari,” pungkas Arif.
Melalui sosialisasi ini, para orang tua kini memiliki gambaran utuh mengenai aturan main yang mengikat para mitra pelaksana dan SPPG. Sinergi ini harus menjamin setiap rupiah anggaran pemerintah benar-benar sampai ke piring siswa dalam bentuk nutrisi berkualitas.***
