Berita Terkini

Gebrakan Tabela di Sumedang: Strategi Bupati Dony Lawan El Nino dan Genjot Produksi Padi

Bersama HKTI Sumedang, Bupati Dony panen padi Pola Tabela di Desa Sukamaju Rancakalong pada Senin (6/4/2026)
Bersama HKTI Sumedang, Bupati Dony panen padi Pola Tabela di Desa Sukamaju Rancakalong pada Senin (6/4/2026)

SUMEDANG, Wplus62.com – Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, tancap gas mengamankan ketahanan pangan di tengah ancaman kemarau ekstrem. Bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Bupati melakukan panen raya perdana menggunakan pola Tanam Benih Langsung (Tabela) di Desa Sukamaju, Kecamatan Rancakalong, Senin (6/4/2026).

Metode Tabela ini menjadi senjata baru Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk meningkatkan efisiensi dan pendapatan petani. Berbeda dengan sistem tandur (tanam mundur) konvensional, Tabela memangkas proses persemaian sehingga petani bisa langsung menabur benih di lahan produktif.

Tabela: Lebih Hemat, Lebih Cepat

Bupati Dony menegaskan bahwa pola Tabela membawa perubahan signifikan dalam manajemen pertanian, mulai dari teknik penanaman hingga penggunaan pestisida yang lebih terukur.

“Pola ini sangat berbeda dengan sistem tandur yang selama ini petani jalankan. Ada perubahan mendasar pada tata cara pola tanam dan efisiensi input pertanian,” ujar Dony di sela-sela kegiatan panen.

Saat ini, Pemkab Sumedang sedang menguji coba metode ini di lahan demplot seluas 170 bata. Jika hasil

produktivitasnya melampaui metode konvensional, Bupati berjanji akan menjadikannya standar baru bagi petani di seluruh Sumedang.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir bersama HKTI Panen Padi tabela di Desa Sukamaju Rancakalong Sumedang

Siaga Satu Hadapi El Nino 2026

Di balik inovasi Tabela, Bupati Dony juga memberikan peringatan keras terkait fenomena El Nino. Berdasarkan data BMKG, musim kemarau tahun ini diprediksi akan berlangsung lebih lama dan jauh lebih kering dari tahun sebelumnya.

“Kita harus waspada. BMKG melansir El Nino akan membawa kemarau panjang. Pemerintah daerah tidak tinggal diam dan sudah menggelar rakor lintas sektor untuk memastikan produktivitas pangan tidak anjlok,” tegasnya.

Langkah Konkret Amankan Pasokan Air

Untuk menjaga agar sawah tidak kerontang, Bupati Dony telah menginstruksikan langkah-langkah taktis berikut:

Revitalisasi Embung: Dinas PUTR dan Dinas Pertanian wajib mendata dan memperbaiki seluruh embung yang bocor agar mampu menyimpan cadangan air secara maksimal.

Percepatan Irigasi: PSDA Sumedang sedang mengebut pembangunan puluhan titik irigasi baru tahun ini guna menjamin distribusi air ke lahan warga.

Optimalisasi Pompa Air: Dinas Pertanian harus memastikan seluruh mesin pompa air dalam kondisi prima, lengkap dengan ketersediaan BBM agar siap menyedot air sungai saat sumber permukaan mulai mengering.

“Saya ingin pastikan semua alat berfungsi. Jangan sampai saat petani butuh air, pompanya rusak atau tidak ada bensinnya,” pungkas Bupati Dony.

Upaya masif ini menunjukkan komitmen Sumedang untuk tetap menjadi lumbung pangan di Jawa Barat, meski dihantam tantangan iklim yang berat.***