Berita Terkini

Tragedi Maut di Perempatan Bojong Sumedang: Truk Boks Terobos Lampu Merah, Dua Wanita Tewas

Truk boks terobos lampu merah Bojong Sumedang dua pengendara tewas pada Rabu (18/3/2026)
Truk boks terobos lampu merah Bojong Sumedang dua pengendara tewas pada Rabu (18/3/2026)

SUMEDANG, Wplus62.com – Kelalaian pengemudi truk boks memicu kecelakaan maut di jalur utama Bandung–Cirebon, tepatnya di Perempatan Bojong, Dusun Sawahleuga, Desa Jatimulya, Kecamatan Sumedang Utara, Rabu (18/3/2026). Insiden berdarah yang terjadi pukul 06.05 WIB ini merenggut dua nyawa akibat truk nekat menerobos lampu merah.

Kronologi Kejadian: Hantaman Keras di Pagi Hari

Kecelakaan bermula saat truk boks Mitsubishi Colt Diesel bernopol B-9491-PXV melaju dari arah Bandung menuju Cirebon. Pengemudi truk, Muhamad Hoerudin, diduga mengabaikan rambu lalu lintas yang saat itu sudah menunjukkan lampu merah.

Tanpa mengurangi kecepatan, truk langsung menghantam dua sepeda motor yang sedang melintas sah dari arah persimpangan, yakni Honda Revo (Z-3909-BU) dan Yamaha Mio Soul (Z-5652-AT). Hantaman keras tersebut membuat para pengendara terpental dan tertimpa kendaraan.

Identitas Korban Meninggal dan Luka-Luka

Pihak kepolisian mengonfirmasi dua korban jiwa dalam peristiwa tragis ini:

  • Enung Nurazizah: Meninggal dunia di lokasi kejadian (TKP) akibat luka parah.
  • Sumarni: Mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan medis di RSUD Umar Wirahadikusumah, Sumedang.
  • Eman Suherman: Mengalami luka-luka dan saat ini masih dalam penanganan tim medis.

Selain korban jiwa, kecelakaan ini menimbulkan kerugian materiil sekitar Rp5 juta dengan kondisi ketiga kendaraan rusak berat.

Polisi Amankan Sopir dan Olah TKP

Kasat Lantas Polres Sumedang, AKP Agus Sukaedi Suryana, menegaskan bahwa pihaknya bergerak cepat menangani insiden ini. Petugas langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit dan mengamankan barang bukti untuk melancarkan arus lalu lintas.

“Kami sudah mengamankan pengemudi truk untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dugaan kuat kecelakaan ini terjadi karena faktor manusia, di mana sopir tidak mengindahkan traffic light yang menyala merah,” tegas AKP Agus Sukaedi.

Imbauan Disiplin Lalu Lintas

Kasi Humas Polres Sumedang, AKP Awang Munggardijaya, turut menyayangkan peristiwa ini. Ia mengingatkan para pengguna jalan bahwa disiplin adalah kunci keselamatan, terutama di jalur arteri yang padat.

“Peristiwa ini menjadi pelajaran pahit. Kelalaian sekecil apa pun, seperti menerobos lampu merah, berakibat fatal bagi nyawa orang lain. Kami meminta pengendara memastikan kondisi tubuh prima dan tidak memaksakan mengemudi jika lelah,” ujar AKP Awang.

Saat ini, Unit Gakkum Satlantas Polres Sumedang masih mendalami penyelidikan untuk memastikan apakah ada faktor teknis lain, seperti kegagalan rem, yang menyertai kelalaian sopir tersebut.***