Berita Terkini

Anggaran Makan Bergizi Gratis Disunat, Asep Sugian: Jangan Jadi Benalu di Program Rakyat!

SUMEDANG, Wplus62.com – Isu miring kini menerpa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi mercu suar pemerintah pusat. Asep Sugian, pengusaha sekaligus pemerhati sosial asal Sumedang, mengendus praktik lancung yang melibatkan oknum pelaksana hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

google.com, pub-8153276152069332, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Pengusaha dan Pemerhati Sosial Masyarakat Sumedang, Asep Sugian
Pengusaha dan Pemerhati Sosial Masyarakat Sumedang, Asep Sugian

Dalam wawancara eksklusif bersama Wplus62.com, pada Jumat (28/2/2026) suami dari anggota DPRD Kabupaten Sumedang, Sonia Sugian ini, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pola distribusi anggaran yang mulai tidak sinkron dengan aturan Badan Gizi Nasional (BGN).

google.com, pub-8153276152069332, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Modus Pengurangan Nilai Anggaran

Asep menyoroti indikasi pemotongan nilai per porsi siswa. Ia menduga kuat oknum mitra maupun SPPG sengaja mengurangi nilai dari ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Pemerintah sudah mematok angka yang jelas. Untuk tingkat PAUD hingga kelas III SD itu Rp8.000, sedangkan untuk kelas IV SD hingga SMA sebesar Rp10.000. Kenapa di lapangan justru dikurangi?” cetus Asep dengan nada tegas.

Baca Juga  Kebakaran Hebat di Cinanjung, Dua Kandang Ternak dan 43 Domba Terpanggang Dalam Kandang

Ia menekankan bahwa angka tersebut adalah hak mutlak siswa untuk mendapatkan nutrisi terbaik. Asep memandang setiap pengurangan rupiah sebagai bentuk pengkhianatan terhadap visi besar membangun generasi emas.

Transparansi Adalah Harga Mati

Asep mendesak para pelaksana program untuk kembali ke jalur yang benar dengan mengedepankan prinsip transparan dan terbuka. Ia menilai, celah untuk melakukan “sunat anggaran” muncul karena lemahnya pengawasan dan mentalitas pemburu rente di lingkaran pelaksana.

“Pemerintah sudah menetapkan anggaran, lalu mengapa masih ada yang menguranginya? Ini sangat mengecewakan. Saya mengingatkan SPPG dan mitra pelaksana bahwa tindakan mereka bukan sekadar urusan administratif, tetapi sedang mempertaruhkan gizi anak-anak kita,” tambahnya.

Tuntutan Terhadap Pelaksana (SPPG)

Sebagai pemerhati sosial, Asep memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang terlibat dalam rantai pasok MBG:

  1. Ikuti Aturan BGN: Jangan melakukan improvisasi anggaran yang merugikan kualitas makanan.
  2. Hentikan Pungutan Liar: Nilai kontrak harus sampai ke meja makan siswa dalam bentuk gizi yang utuh, bukan potongan komisi.
  3. Audit Berkala: Pemerintah harus berani memutus kontrak mitra yang bermain-main dengan standar mutu.
Baca Juga  Pemkab dan Kementerian PUPR Siapkan Langkah Penanganan Dampak Disposal Cihamerang Sumedang

Asep mengingatkan bahwa program MBG adalah amanah konstitusi untuk memperbaiki kualitas SDM Indonesia.

“Jangan sampai program mulia ini justru menjadi lahan basah bagi para benalu anggaran yang ingin mencari keuntungan pribadi di atas piring anak sekolah,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SELAMAT IDUL FITRI 1447 H Wilayah Sumedang & Sekitarnya
🕌

Taqabbalallahu Minna wa Minkum

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin

🕌
Subuh -
Dzuhur -
Ashar -
Maghrib -
Taqabbalallahu Minna wa Minkum Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H untuk Warga Sumedang Mohon Maaf Lahir dan Batin dari Redaksi Wplus62.com Semoga Amal Ibadah Kita Diterima