JAKARTA, Wplus62.com – Kementerian Agama (Kemenag) resmi menetapkan awal puasa atau 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan ini muncul setelah Kemenag menggelar Sidang Isbat di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada Selasa (17/2/2026).
Menteri Agama memimpin sidang isbat bersama pakar astronomi, delegasi ormas, dan perwakilan negara sahabat.
Kemenag Pantau Hilal di 96 Titik
Sebelum mengambil keputusan, Kemenag mengerahkan tim untuk melaksanakan rukyatul hilal di 96 lokasi strategis di seluruh Indonesia. Kantor Wilayah Kemenag tingkat provinsi serta kabupaten/kota memimpin pengamatan ini dengan menggandeng Pengadilan Agama, ormas Islam, dan instansi terkait.
Tim pemantau menggunakan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) sebagai standar penetapan. Kriteria ini mensyaratkan ketinggian hilal minimal 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat untuk menentukan masuknya bulan baru dalam kalender Hijriah.
Perbedaan dengan Maklumat Muhammadiyah
Di sisi lain, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah memiliki ketetapan berbeda. Melalui Majelis Tarjih dan Tajdid, Muhammadiyah merilis Maklumat Nomor 01/MLM/I.1/B/2026 yang menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Meski terdapat potensi perbedaan awal masa puasa, Pemerintah mengimbau seluruh umat Muslim di Indonesia untuk tetap menjaga ukhuwah Islamiyah dan kekhusyukan dalam menjalankan ibadah di bulan suci.***
