Berita Terkini

BGN Ancam Skorsing SPPG yang Tolak Produk UMKM dan Petani Lokal dalam Program Makan Bergizi Gratis

Ingatkan Perpres Nomor 115 Tahun 2025, Pasal 38 ayat 1

Ilustrasi salah satu dapur mitra SPPG

JAKARTA, Wplus62.com – Badan Gizi Nasional (BGN) bertindak tegas demi melindungi rantai pasok lokal. BGN memberikan peringatan keras kepada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak menolak bahan pangan dari UMKM, petani, peternak, hingga nelayan lokal.

google.com, pub-8153276152069332, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Pihak pengelola yang kedapatan menghambat masuknya produk lokal untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal menghadapi sanksi berat berupa skorsing (suspend).

google.com, pub-8153276152069332, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Wakil Ketua Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang

Prioritaskan Ekonomi Rakyat, Bukan Monopoli

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa pengelola SPPG maupun mitra dilarang keras menolak hasil produksi rakyat kecil secara semena-mena. Alih-alih menolak, ia mewajibkan mereka untuk merangkul dan membina produsen lokal agar kualitas bahan pangan memenuhi standar dapur MBG.

“Dalam Pasal 38 ayat 1 Perpres Nomor 115 Tahun 2025, penyelenggaraan MBG wajib memprioritaskan produk dalam negeri. Kita harus melibatkan usaha mikro, kecil, koperasi, hingga BUMDesa,” ujar Nanik dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/1/2026).

Nanik menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto merancang program MBG sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. Oleh karena itu, BGN menutup pintu bagi praktik monopoli oleh pemasok besar yang berpotensi mematikan peran nelayan atau peternak kecil.

Peringatan Keras: “Jangan Lawan Perpres”

Nanik tidak main-main dalam menegakkan aturan ini. Ia menginstruksikan seluruh jajaran SPPG untuk mengutamakan potensi wilayah sekitar.

“Jangan pernah menolak produk mereka. Jika ada SPPG atau mitra yang mengutamakan supplier besar dan memonopoli pasokan, langsung saya suspend. Itu artinya Anda melawan Peraturan Presiden,” tegas Nanik.

Mengelola dengan Hati Nurani

Lebih lanjut, Nanik meminta pengelola SPPG mengubah pola pikir mereka. Ia menekankan bahwa program ini bukan sekadar transaksi bisnis, melainkan misi pemberdayaan masyarakat.

“Laksanakan program MBG dengan nurani, jangan hanya business oriented. SPPG harus mengakomodasi dan membina mereka agar kualitas bahan pangan tetap terjaga,” pungkasnya.***

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SELAMAT IDUL FITRI 1447 H Wilayah Sumedang & Sekitarnya
🕌

Taqabbalallahu Minna wa Minkum

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin

🕌
Subuh -
Dzuhur -
Ashar -
Maghrib -
Taqabbalallahu Minna wa Minkum Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H untuk Warga Sumedang Mohon Maaf Lahir dan Batin dari Redaksi Wplus62.com Semoga Amal Ibadah Kita Diterima