SUMEDANG, W +62.COM– Peristiwa kecelakaan kerja akibat bencana alam longsor terjadi saat pembangunan Tembok Penahan Tebing (TPT) dalam proyek pembuatan lapangan Mini Soccer di kawasan Shakghan Butik Dusun Wates, Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat (02/01/2026) sekira pukul 14.00 WIB.
Longsor terjadi saat para pekerja sedang melakukan penggalian tanah. Material tanah dari bagian atas tebing tiba-tiba runtuh dan menimbun para pekerja yang berada di bawah galian dengan kedalaman sekira 6 meter.
Kapolsek Jatinangor Kompol Rogers Thomas, menjelaskan, kejadian bermula ketika salah satu pekerja merasakan adanya pergeseran tanah sebelum akhirnya longsor terjadi.
“Berdasarkan keterangan saksi, sebelum kejadian salah satu pekerja yang berada di atas merasakan tanah mulai bergerak. Namun longsor terjadi secara tiba-tiba sehingga para pekerja yang berada di bawah tidak sempat menyelamatkan diri,” ujar Kapolsek Jatinangor.
Akibat kejadian itu, 8 orang pekerja menjadi korban, dengan rincian 4 orang selamat dan 4 orang meninggal dunia. Korban selamat telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis di RS Unpad, sementara korban meninggal dunia dievakuasi ke RS AMC Cileunyi.
Data Sementara Korban Longsor Cisempur
Berdasarkan data sementara dari tim di lapangan, korban-korban antara lain :
I. Korban Selamat :
Dian adik Dahlan (41) pekerja warga Cisempur Jatinangor Sumedang.
Ahmid ayah Dahlan (71) pekerja warga Cisempur Jatinangor Sumedang.
II. Korban Meninggal
Ivan pekerja warga Rancaekek Kab. Bandung.
Ujang, pekerja warga Rancaekek Kab. Bandung
Ade Hilir pekerja warga Babakan Harja RT 07 RW 02 Desa Cileunyi Wetan Kab. Bandung.
Hery, pekerja warga Karasak,
Kapolsek Jatinangor menambahkan, pihaknya bersama unsur TNI, Basarnas, BPBD, Brimob, dan pemerintah setempat langsung melakukan pengamanan lokasi serta membantu proses evakuasi korban.
“Sejak menerima laporan, kami langsung mengamankan TKP, membantu evakuasi, serta melakukan pendataan korban dan saksi-saksi,” tambahnya.
Himbauan Wakapolres Sumedang
Sementara itu, Wakapolres Sumedang Kompol Sungkowo, beserta Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati yang turun langsung ke lokasi kejadian menegaskan, keselamatan masyarakat dan pekerja menjadi prioritas utama dalam penanganan peristiwa tersebut.
“Kami memastikan seluruh proses evakuasi dan penanganan korban dilakukan secara maksimal dengan melibatkan seluruh unsur terkait. Saat ini fokus utama kami adalah keselamatan personel, proses evakuasi, serta pengamanan lokasi agar tidak terjadi korban tambahan,” ujar Wakapolres Sumedang.
Kompol Sungkowo juga mengimbau masyarakat dan pihak pelaksana proyek agar lebih memperhatikan faktor keselamatan kerja, terutama pada aktivitas pembangunan di wilayah yang memiliki kontur tanah labil.
“Kami mengimbau agar setiap kegiatan pembangunan, khususnya di daerah rawan longsor, memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan kerja, terlebih saat kondisi cuaca tidak menentu,” tegasnya.
Hingga saat ini, Polres Sumedang masih melakukan pendalaman terkait kejadian tersebut serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lanjutan dan pengamanan lokasi.***
