SUMEDANG, W+62.COM– Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan mitra/ yayasan pelaksana kegiatan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang dikumpulkan di Aula Rapat Kantor Kecamatan Tanjungsari Sumedang pada Kamis (6/11/2025).
Pada pertemuan itu, dibahas sejumlah permasalahan terkait pelaksanaan program MBG di Kecamatan Tanjungsari dan sinkronisasi program yang merupakan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Melalui Kepala Kelompok (Kapok) Kecamatan SPPI sebagai penyelenggara terkait dengan cakupan siswa penerima program MBG di Kecamatan Tanjungsari yang belum merata.
Hadir dalam pertemuan itu, Ketua Satgas MBG Kecamatan yang juga Sekcam Tanjungsari, Agus Turaz, Kapolsek Tanjungsari, Kompol Nanang Supiryanto beserta para anggota Bhabinkamtibmas se-Kecamatan Tanjungsari, Danramil Tanjungsari, Kapten Inf Agus Hermawan beserta anggota Babinsa se-Kecamatan Tanjungsari, KA korwil SPPG Kabupaten Sumedang, M.Gifar Barani bersama SPPG Kecamatan Tanjungsari.
Dalam sambutannya, KA Satgas MBG Kecamatan Tanjungsari, Agus Turaz mengungkapkan pentingnya Sinkronisasi ini dalam upaya menyukseskan program utama pemerintah pusat.
Dikatakan Agus Turaz, penyampaian sinkronisasi hasil pendataan penerima manfaat sangat penting dilakukan agar program berjalan adil, terukur dan terstruktur.
Cakupan siswa penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang belum terlayani seluruhnya.
“Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan oleh Kapok Kecamatan Tanjungsari, sebanyak 15 Dapur akan melayani 30.289 penerima manfaat,”katanya.
Penyelesaian Masalah Program MBG
Agus menuturkan dalam pelaksanaan yang sudah berjalan Satgas MBG Kecamatan Tanjungsari menemukan beberapa permasalahan yang masih bisa dipecahkan bersama antara mitra, penerima manfaat dan Forkopimcam.
Oleh karena itu, Agus menambahkan, dengan adanya Rapat Sinkronisasi ini sangat penting untuk menyukseskan program MBG ini di Kecamatan Tanjungsari Sumedang.
Sementara itu, Kapolsek Tanjungsari, Kompol Nanang Supiryanto menegaskan kolaborasi yang baik dari pihak-pihak yang terlibat, serta masyarakat yang proaktif atas pelaksanaan program MBG ini menjadi poin tersendiri.
“Alhamdulillah dari hasil laporan kegiatan dari para aparat Kepolisian yang bertugas dan juga secara umum kita bisa menyelesaikan setiap masalah yang terjadi selama kegiatan ini berjalan,”ujar Kapolsek.
Setidaknya dalam Rakor Sinkronisasi kali ini terkait pemerataan penerima manfaat sesuai dengan peraturan dan petunjuk teknis penyelenggaraan program MBG dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Dalam pelaksanaan program MBG ini, setidaknya ada 3 fase, yakni; Fase Persiapan Dapur, Fase Standar Operasional dan Fase Sinkronisasi pemerataan dan pemanfaatan,” tutur Kompol Nanang.
Bukan Persaingan Antar Dapur
Sejalan dengan itu, sambung Kapolsek Tanjungsari, kita berada pada fase yang ketiga. Menurut informasi yang diperoleh fase saat ini yang pastinya harus ada penyelarasan agar sasaran program tercapai dengan baik dan adil.
“Saya yakin, para mitra/yayasan yang merupakan para investor di Kecamatan Tanjungsari sangat memahami situasi dan kondisi. Ini bukan tentang persaingan antar dapur,”katanya.
Oleh sebab itu, sambung Kapolsek, kita harus bisa menjaga kekompakan dan silaturahmi ini, agar bisa saling melengkapi antara satu mitra dengan mitra lainnya.
Pada gilirannya, Danramil Tanjungsari Kapten Inf Agus Hermawan mengaku senang atas digelarnya Rakor yang kali ini membahas sinkronisasi Pemerataan penerima manfaat.
“Saya ucapkan terima kasih kepada para mitra/yayasan yang hadir sore ini. Kesempatan yang baik untuk saling mengenal sesama mitra dan juga Forkopimcam Tanjungsari,”katanya.
Program MBG ini merupakan Asta Cita Presiden Prabowo-Gibran yang harus kita sama-sama sukseskan, khususnya di Kecamatan Tanjungsari Sumedang. Oleh karena itu, atas nama Forkopimcam Tanjungsari senantiasa bersinergi agar program berjalan baik dan lancar.
“Mohon maaf ya, saya sering mengunjungi dapur, SPPI dan sekolah, bukan semata-mata mencari sesuatu tapi lebih pada menanyakan kesiapan dan berjalannya program di sini. Jadi jangan takut kepada kami ya,”ucap Kapten Agus.
Tuntutan Pemerataan
Danramil Tanjungsari memaparkan perjalanan program MBG khususnya di Kecamatan Tanjungsari sejak awal. Permasalahan, kendala dapur dan juga permasalahan di sekolah sebagai pemanfaat program.
“Tuntutan baik dari masyarakat dan juga pemerintah pusat melalui BGN, menjadi latar belakang kita berkumpul hari ini. Sinkronisasi dimaksudkan agar tidak terjadi tumpang tindih antara satu dengan yang lainnya,”ujar Kapten Agus.
Ini tentunya sudah melalui dasar pertimbangan. Melalui Kapok SPPI Kecamatan, yang terus berupaya menyelaraskan program dengan situasi dan kondisi dengan azas keadilan.
“Saya berharap, hari ini melalui Rapat Sinkronisasi bisa menjadi modal awal menciptakan situasi aman dan terkendali program dengan baik,”pungkasnya.
Dalam Rapat Sinkronisasi pemerataan penerima manfaat itu, KA korwil SPPG Kabupaten Sumedang, M.Gifar Barani juga menyampaikan dasar hukum berlangsungnya Rapat Sinkronisasi serta penjelasan operasional yang menyesuaikan dengan Petunjuk Teknis revisi 3 terbaru.***
