Berita Terkini

77 Siswa SMK di Ujungjaya Keracunan MBG, Bupati Sumedang: Segera Panggil dan Evaluasi Seluruh SPPG !

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir saat mengunjungi siswa SMK di Kecamatan Ujungjaya yang keracunan makanan program MBG pada Kamis (25/9/2025)

SUMEDANG, W+62.COM– Sebanyak 77 siswa SMK di Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, mengalami gejala mual, pusing, muntah, hingga lemas setelah menyantap menu makan siang berupa dimsum, mie, dan sayuran dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis malam (25/9/2025).

Insiden tersebut langsung mendapat penanganan dari tim gabungan yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Puskesmas Ujungjaya, serta unsur Forkopimda.

Para siswa yang terdampak telah mendapatkan tindakan medis berupa pemberian infus, penambahan kasur darurat, hingga koordinasi dengan RSUD Sumedang dan rumah sakit di Majalengka sebagai langkah antisipasi jika diperlukan rujukan.

Alhamdulillah, semua siswa sudah tertangani. Peralatan medis di Puskesmas Ujungjaya cukup memadai, walaupun kami harus menambah kasur tambahan dan menyiapkan skenario rujukan jika diperlukan,” ujar Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, yang turun langsung ke lokasi kejadian.

Bupati menegaskan, Pemkab Sumedang akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap quality control makanan program MBG, mulai dari kebersihan dapur penyedia makanan (SPPG) hingga distribusi ke sekolah-sekolah. Diduga, makanan yang terlalu lama disimpan sebelum dikirim menjadi salah satu faktor risiko keracunan.

“Besok kami akan menggelar rapat koordinasi Forkopimda bersama seluruh stakeholder. Program MBG ini sangat bagus untuk anak-anak, tapi jangan sampai kualitas dan kebersihan makanannya luput dari pengawasan. Ini yang akan kami kaji dan mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi para siswa yang terdampak berangsur stabil. Aparat kepolisian bersama Dinas Kesehatan juga tengah melakukan pemeriksaan sampel makanan untuk memastikan penyebab pasti dari insiden keracunan massal ini.***