Berita Terkini
Budaya  

Camat Sumedang Utara: Nama Alun-alun Dikembalikan ke Asal, 13 Desa dan Kelurahan Semarakkan Gelar Budaya Tegalkalong

Dapur masa lampau lengkap dengan peralatan masak dan ornamen lainnya dalam acara Gelar Budaya Tegalkalong di Sumedang Utara pada Sabtu (6/9/2025)

SUMEDANG, W+62.COM– Sebanyak 13 desa dan kelurahan di Kecamatan Sumedang Utara turut memeriahkan Gelar Budaya Tegalkalong yang secara resmi dibuka oleh Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, di Alun-alun Tegalkalong, Sabtu (6/9/2025).

Ragam budaya ditampilkan pada acara ini. Dan ini juga menjadi momen bersejarah dengan dikembalikannya nama Alun-alun Sumedang Utara ke nama semula, yaitu Alun-alun Tegalkalong.

Desa dan kelurahan yang berpartisipasi, menampilkan ciri khas budaya dan tradisi dari daerahnya. Seperti halnya, Kelurahan Kotakaler, Kelurahan Situ, Kelurahan Talun, Desa Padasuka, Desa Mulyasari, Desa Girimukti, Desa Mekarjaya, Desa Margamukti, Desa Sirnamulya, Desa Kebonjati, Desa Jatihurip, Desa Jatimulya, dan Desa Rancamulya, semua menampilkan kreasi khas budayanya.

Camat Sumedang Utara, Ayuh Hidayat

Menurut Camat Sumedang Utara, Ayuh Hidayat, yang mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya acara tersebut. Menurutnya, Gelar Budaya tidak hanya sekadar ajang seni, melainkan juga menghidupkan kembali memori pada masa lalu.

Alhamdulillah hari ini kita gelar pagelaran budaya di Alun-alun Tegalkalong. Ada momen sakral berupa penggantian nama alun-alun, dikembalikan kepada asalnya,” ungkap Ayuh.

Bukan Sekadar Pagelaran Seni

Setiap penampilan desa dan kelurahan juga menghadirkan nilai edukasi, sambung Camat, dengan mengenalkan kehidupan masyarakat zaman dahulu agar generasi muda tidak melupakan akar budayanya.

Pada Gelar Budaya Tegalkalong itu, berbagai Kaulinan Kabaheulaan ditampilkan, mulai dari congklak, egrang, oray-orayan dan lain sebagainya.

Begitu juga dengan ornamen dan pernak-pernik khas tempo dulu, baik peralatan dan cara penyajian makan lengkap dengan dapur masa lampau dengan kayu bakar dan Hawu.

Salah satu yang menarik perhatian pengunjung adalah penampilan rumah tradisional era 70-an dari Desa Jatimulya. Menurut Kepala Desa Jatimulya, Entis Sutisna, mengatakan, keikutsertaan desanya membawa pesan penting bagi generasi muda.

Kepala Desa Jatimulya, Entis Sutisna yang menampilkan rumah era tahun 70 an dalam Gelar Budaya Tegalkalong.

“Banyak anak-anak sekarang belum pernah melihat suasana rumah tempo dulu. Kalau sekarang masak pakai kompor gas, dulu masyarakat menggunakan hawu dengan kayu bakar,”katanya.

Lewat acara ini, Entis berharap generasi saat ini bisa mengenal kembali kehidupan masa lalu yang sarat kearifan lokal.***