SUMEDANG, W+62.COM– Kabar nyaris putusnya jalan Gudang-Cijambu ternyata menyita perhatian dari Politisi senior Kabupaten Sumedang, drg. H. Rahmat Djuliadi. Ia menyampaikan keluhannya saat dihubungi melalui WhatsApp, Rabu (20/8/2025).
“Sebagai anggota DPRD Sumedang di Dapil 6, saya sudah sampaikan ke Bupati Dony Ahmad Munir. Bahkan secara formal sudah sampaikan beberapa kali dalam sidang paripurna,” ungkap Rahmat Djuliadi.
Rahmat menilai usahanya mengadvokasi masalah ini dengan semaksimal mungkin, tapi apa boleh buat, hingga saat ini tidak direspon oleh Pemda Sumedang.
“Longsor ini sudah hampir 3 tahun, dan sudah ditinjau pula oleh Pj. Bupati Sumedang, dari mulai Pj Bupati Herman, Pj Bupati Yudia Ramli, lalu Dinas PU dan BPBD tapi tetap tak ada respon hingga saat ini,” katanya.
Dengan sikap tak acuh Pemkab Sumedang, Politisi PKS itu bertambah geram, manakala hasil advokasi yang dilakukannya tak membuahkan hasil sama sekali selama 3 tahun ini.
“Hingga saat ini tidak ada respon! Baik pengalokasian di APBD 2024, maupun 2025, bahkan di APBD Perubahan 2025 pun tak ada,” keluhnya.
No Viral No Action
Padahal, sambung Rahmat Djuliadi, jalan ini sangat vital, karena menghubungkan antara Kecamatan Tanjungsari ke Rancakalong juga ke Kecamatan Sukasari. “Kawasan ini selain pertanian dan perkebunan, juga dijadikan beberapa lokasi objek wisata alam,”terangnya.
Sebagai penghasil pertanian yang sangat tinggi, dimana mayoritas masyarakat Desa Cijambu dan Kadakajaya sebagai petani yang membawa hasil pertaniannya ke Tanjungsari maupun ke Kota Bandung.
“Sepertinya memang, saat ini paradigma ‘No Viral No Action‘ sudah melekat. Tak heran jika sudah timbul korban, baik materi atau jiwa baru perbaikan itu dilakukan,” katanya.
Dengan peristiwa nyaris terputusnya jalan Gudang-Cijambu, Karang Taruna dan warga Desa Kadakajaya harus ekstra membantu pengguna jalan terutama malam hari, berjaga-jaga.
“Semalam, warga Desa Kadakajaya melakukan penjagaan di area tersebut untuk mencegah mobil besar dan truk melintas karena memang kondisinya tak bisa dilalui kendaraan dengan beban yang berat,” ucapnya.
Dengan kejadian ini, tambah Rahmat, kami memohon respon cepat dari Pemkab Sumedang. Selain itu juga memohon maaf kepada masyarakat dan pengguna jalan, sebab usahanya mendorong Pemkab Sumedang untuk mengalokasikan anggaran perbaikan jalan itu di tahun 2025 tidak berhasil.***
